Infrastruktur Jalan Digenjot, Pariwisata di Torut Kian Menggeliat
Senin, 12 Juli 2021 - 12:03 WIB
“Saya melihat pelancong dari luar negeri kecenderungannya suka naik pesawat untuk mempersingkat waktu menuju tempat wisata,” ungkapnya.
Senada warga Toraja Utara, Frengky Toding menyatakan, dulu jalan menuju tempat wisata sangat jelek dan rusak parah, para wisatawan enggan untuk mendatanginya. Kini dengan keseriusan pemerintah untuk memperbaiki jalan menuju tempat wisata memberikan dampak kepada sektor pariwisata dan perekonomian warga.
“Saat ini masyarakat sangat senang dengan bagusnya jalan menuju tempat wisata. Meski masih ada jalan yang sempit dan belum ada lampu jalannya. Kami berharap pemerintah terus membenahi jalan dan perangkat lainnya,” paparnya.
Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Keagamaan Geraja Toraja Terima Santunan BPJamsostek
Dengan membaiknya akses jalan menuju tempat wisata pengunjung wisata semakin banyak yang berdatangan, bahkan pada hari-hari libur tempat penginapan penuh. Dan warga juga banyak yang menyewakan tenda-tenda dan rumahnya untuk para pelancong dari berbagai daerah yang datang ke Toraja Utara.
Kepala UPT Wilayah II Enrekang, Tana Toraja dan Toraja Utara, Kristian Sampe Buah mengungkapkan, pembangunan jalan ruas Rantepao-Sadan-Batusitanduk dengan panjang tuas jalan 11,4 kilometer (km), di mana dalam pengerjaannya terbagi dua segmen. Dan dalam perjalanan pengerjaannya terkendala lahan hutan lindung milik kehutanan.
“Setelah kami laporkan ke pemerintah provinsi akhirnya mendapatkan solusinya dengan memunculkan pengerjaan segmen tiga,” tandasnya.
Untuk segmen pertama, minus pekerjaan marka, segmen kedua pekerjaan LPA yang layak, dan segmen ketiga pengerjaan jalan yang ada di hutan lindung dialihkan ke jalan ruas Rantepao-Sadan-Batusitanduk ini.
Untuk pengerjaan segmen ketiga ini, khusus bahu jalan rehat beton pengerjaannya mencapai 90%. Dan secara keseluruhan progres pengerjaannya sudah mencapai 80%.
Senada warga Toraja Utara, Frengky Toding menyatakan, dulu jalan menuju tempat wisata sangat jelek dan rusak parah, para wisatawan enggan untuk mendatanginya. Kini dengan keseriusan pemerintah untuk memperbaiki jalan menuju tempat wisata memberikan dampak kepada sektor pariwisata dan perekonomian warga.
“Saat ini masyarakat sangat senang dengan bagusnya jalan menuju tempat wisata. Meski masih ada jalan yang sempit dan belum ada lampu jalannya. Kami berharap pemerintah terus membenahi jalan dan perangkat lainnya,” paparnya.
Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Keagamaan Geraja Toraja Terima Santunan BPJamsostek
Dengan membaiknya akses jalan menuju tempat wisata pengunjung wisata semakin banyak yang berdatangan, bahkan pada hari-hari libur tempat penginapan penuh. Dan warga juga banyak yang menyewakan tenda-tenda dan rumahnya untuk para pelancong dari berbagai daerah yang datang ke Toraja Utara.
Kepala UPT Wilayah II Enrekang, Tana Toraja dan Toraja Utara, Kristian Sampe Buah mengungkapkan, pembangunan jalan ruas Rantepao-Sadan-Batusitanduk dengan panjang tuas jalan 11,4 kilometer (km), di mana dalam pengerjaannya terbagi dua segmen. Dan dalam perjalanan pengerjaannya terkendala lahan hutan lindung milik kehutanan.
“Setelah kami laporkan ke pemerintah provinsi akhirnya mendapatkan solusinya dengan memunculkan pengerjaan segmen tiga,” tandasnya.
Untuk segmen pertama, minus pekerjaan marka, segmen kedua pekerjaan LPA yang layak, dan segmen ketiga pengerjaan jalan yang ada di hutan lindung dialihkan ke jalan ruas Rantepao-Sadan-Batusitanduk ini.
Untuk pengerjaan segmen ketiga ini, khusus bahu jalan rehat beton pengerjaannya mencapai 90%. Dan secara keseluruhan progres pengerjaannya sudah mencapai 80%.
Lihat Juga :