Kisah Lumbung Padi dan Cornelis dari Depok
Minggu, 11 Juli 2021 - 06:15 WIB
Tak lama setelah kedatangan Cornelis yang membawa 150 orang budaknya, masyarakat Depok mulai mempunyai hubungan sosial tinggi. Keadaan ini juga didukung dengan bertambahnya kelompok penduduk, yaitu penduduk Cornelis Chastelein yang terdiri dari para pengikutnya. Cornelis membeli budak-budak untuk dipekerjakan di lahan pertaniannya dari raja Bali, dan para budaknya berasal dari Bali, Sulawesi, dan Timor.
Lumbung padi di Kota Depok. Foto: SINDOnews/Hermanto
Dari dulu, penduduk asli kampung Depok bekerja sebagai petani dengan menanam padi. Terutama di daerah Sawangan Depok, di lokasi itu terkenal dengan lahan sawah yang sangat luas dan hasil tanaman padi melimpah.
Cornelis tidak sempat membeli tanah yang berada di lokasi Sawangan. Saat itu, selain padi, daerah Sawangan juga dipenuhi hutan karet yang membentang luas. Baca juga: Cerita Betawi, Penyakit Zaman dulu dan Pengobatannya Secara Tradisional
Lumbung padi di Kota Depok. Foto: SINDOnews/Hermanto
Dari dulu, penduduk asli kampung Depok bekerja sebagai petani dengan menanam padi. Terutama di daerah Sawangan Depok, di lokasi itu terkenal dengan lahan sawah yang sangat luas dan hasil tanaman padi melimpah.
Cornelis tidak sempat membeli tanah yang berada di lokasi Sawangan. Saat itu, selain padi, daerah Sawangan juga dipenuhi hutan karet yang membentang luas. Baca juga: Cerita Betawi, Penyakit Zaman dulu dan Pengobatannya Secara Tradisional
Lihat Juga :