Keberhasilan Pemda Pangandaran dalam Mengatasi Kasus Stunting
Rabu, 07 Juli 2021 - 13:03 WIB
"Pola ini berhasil diterapkan dalam menekan angka stunting dan gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Pangandaran," ucapnya.
Poin ke satu adalah Gerakan Makan Telur (Gemalur). Pola ini diterapkan kesetiap Balita dan diwajibkan minimal satu minggu satu kali.
Poin ke dua adalah Insasi E, pada point tersebut bidan desa dan kader memberikan edukasi kepada para anggota keluarga yang ada dirumah.
Poin ke tiga adalah Bugiza dengan cara mengumpulkan dana dari donatur yang ada di desa. Dana tersebut dibelikan makanan tambahan untuk diberikan pada balita gizi buruk, gizi kurang, stunting dan ibu hamil yang anemia.
Poin ke empat adalah Pokmas Pejam. Teknisnya adalah mendata, memotivasi dan mengajak arisan jamban kepada masyarakat yang belum mempunyai jamban.
Poin ke lima adalah Aliran. Pada poin ini, semua ibu hamil masuk dalam WA Group. Pada WA Group tersebut bidan desa mempunyai alarm dalam handphondnya untuk memantau ibu hamil yang akan melahirkan.
Poin ke satu adalah Gerakan Makan Telur (Gemalur). Pola ini diterapkan kesetiap Balita dan diwajibkan minimal satu minggu satu kali.
Poin ke dua adalah Insasi E, pada point tersebut bidan desa dan kader memberikan edukasi kepada para anggota keluarga yang ada dirumah.
Poin ke tiga adalah Bugiza dengan cara mengumpulkan dana dari donatur yang ada di desa. Dana tersebut dibelikan makanan tambahan untuk diberikan pada balita gizi buruk, gizi kurang, stunting dan ibu hamil yang anemia.
Poin ke empat adalah Pokmas Pejam. Teknisnya adalah mendata, memotivasi dan mengajak arisan jamban kepada masyarakat yang belum mempunyai jamban.
Poin ke lima adalah Aliran. Pada poin ini, semua ibu hamil masuk dalam WA Group. Pada WA Group tersebut bidan desa mempunyai alarm dalam handphondnya untuk memantau ibu hamil yang akan melahirkan.
Lihat Juga :