Pemkot Cimahi Krisis Lahan Makam Khusus COVID-19, TPU Jadi Alternatif Pilihan
Senin, 05 Juli 2021 - 18:48 WIB
Nur mengakui bahwa, aktivitas pemakaman jenazah warga yang terkena COVID-19 meningkat seiring melonjaknya kasus di Kota Cimahi. Bahkan beberapa hari lalu ada 14 jenazah COVID-19 yang harus dimakamkan dalam sehari. Pihaknya pun kini hanya menerima jenazah yang merupakan warga Cimahi.
"Saat ini warga Cimahi jadi prioritas, untuk warga luar meskipun tinggal di Cimahi tapi tidak dibuktikan dengan KTP Cimahi, terpaksa ditolak. Lahan pemakamannya sudah sangat terbatas," tuturnya. Baca juga: Gawat! Pemakaman Jenazah Positif COVID-19 Naik, Distaru Kota Bandung mulai Kerahkan Alat Berat
Selain krisis lahan pemakaman, lahan makam di TPU Lebaksaat Blok C juga terancam longsor. Sebab tanah di sana belum dibuatkan Tembok Penahan Tanah (TPT). Untuk itu diusulkan agar segera mungkin dibangun penahan setinggi kurang lebih 6-8 meter.
"Selain memaksimalkan lahan makam yang ada, kami juga mencari lahan alternatif yang bisa dijadikan pemakaman khusus COVID-19. Seperti di Kelurahan Cibeber dan Kelurahan Leuwigajah," sebutnya.
"Saat ini warga Cimahi jadi prioritas, untuk warga luar meskipun tinggal di Cimahi tapi tidak dibuktikan dengan KTP Cimahi, terpaksa ditolak. Lahan pemakamannya sudah sangat terbatas," tuturnya. Baca juga: Gawat! Pemakaman Jenazah Positif COVID-19 Naik, Distaru Kota Bandung mulai Kerahkan Alat Berat
Selain krisis lahan pemakaman, lahan makam di TPU Lebaksaat Blok C juga terancam longsor. Sebab tanah di sana belum dibuatkan Tembok Penahan Tanah (TPT). Untuk itu diusulkan agar segera mungkin dibangun penahan setinggi kurang lebih 6-8 meter.
"Selain memaksimalkan lahan makam yang ada, kami juga mencari lahan alternatif yang bisa dijadikan pemakaman khusus COVID-19. Seperti di Kelurahan Cibeber dan Kelurahan Leuwigajah," sebutnya.
(don)
Lihat Juga :