Kisah Anggota Jatanras Polda Metro Jaya Bisa Selamat dari Berondongan 11 Peluru Perampok

Minggu, 04 Juli 2021 - 21:06 WIB
Saat ditanya Bamsoet apakah ketika itu dirinya sadar, Jacklyn mengiyakan. “Cuman kita istighfar aja. Cuman di situ ada suatu hal yang di luar nalar kita. Saat itu komandan juga nangis (dan bilang) ‘Jack jangan sampai (meninggal), harus kuat Jack’,” ucapnya.

“Nah, di situ ada yang bisikin (mendengar bisikan) sebuah Asmaul Husna yang Jack sama sekali belum pernah baca seumur hidup. Terus baca itu terus,” ucapnya.

Dia mengingat komandannya terus menguatkan. Namun dia membalas agar tidak perlu risau. Jacklyn meminta komandannya tidak khawatir karena optimistis dapat bertahan hidup. Keyakinannya ini juga didasari dalam situasi antara hidup dan mati itu dirinya masih dapat bicara lancar.

“Ngobrol lancar, baca syahadat lancar,” ucapnya.

Dalam video tersebut Bamsoet juga mengunggah momen ketika Jacklyn tergeletak di rumah sakit. Tubuhnya penuh perban. Jacklyn menyebut pada masa perawatan di rumah sakit itu lengan kirinya yang tertembus tiga peluru hendak diamputasi.

Namun dia menolak. Jacklyn terus berusaha kuat dan yakin tangan itu akan pulih. Kenyataannya lengannya memang dapat kembali difungsikan. Untuk mengingat momen bersejarah dalam hidupnya itu, tiga peluru yang bersarang di lengan kiri dibiarkan hingga saat ini alias tidak diambil.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!