Tangis Pecah di Pangandaran, Pasien COVID-19 Gantung Diri Saat Isolasi Mandiri
Sabtu, 03 Juli 2021 - 17:01 WIB
Dia juga mengatakan, Hermansyah diduga mengalami depresi karena tubuhnya yang cacat pasca kecelakaan lalu lintas beberapa waktu lalu, dan mendengar kabar ayahnya yang dirawat di RSUD Pandega Pangandaran meninggal dunia akibat COVID-19.
Kapolsek Padaherang, Iptu Aan Supriatna mengatakan, setelah melakukan olah TKP, diduga korban tewas dengan cara gantung diri menggunakan kain sarung. "Ada dugaan karena depresi saat mendengar ayahnya meninggal dunia akibat COVID-19," tuturnya.
Baca juga: Seperti Darurat Perang, Jenderal Bintang 2 Ini Kerahkan 7.150 Personel Kawal PPKM Darurat
Usai menjalani visum di RSUD Pandega Pangandaran, jenazah korban langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Padaherang, dengan menggunakan protokol kesehatan COVID-19, Sabtu (3/7/2021).
Kapolsek Padaherang, Iptu Aan Supriatna mengatakan, setelah melakukan olah TKP, diduga korban tewas dengan cara gantung diri menggunakan kain sarung. "Ada dugaan karena depresi saat mendengar ayahnya meninggal dunia akibat COVID-19," tuturnya.
Baca juga: Seperti Darurat Perang, Jenderal Bintang 2 Ini Kerahkan 7.150 Personel Kawal PPKM Darurat
Usai menjalani visum di RSUD Pandega Pangandaran, jenazah korban langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Padaherang, dengan menggunakan protokol kesehatan COVID-19, Sabtu (3/7/2021).
(eyt)