Disdik Makassar Diminta Tambah Jumlah Rombel untuk Tampung Siswa

Sabtu, 03 Juli 2021 - 07:07 WIB
"Jadi, banyak orang tua yang mendesak agar rombel ditambah, karena masih banyak yang tidak terjaring. Misalnya, lulusan SD mau ke SMP itu ada sekitar 24 ribu, itu hampir seperdua dari daya tampung di SMP," keluh Ketua Forum Orang Tua Murid, Herman Hafid, Jumat, (02/07/2021).

Tidak hanya itu, dia juga menyoroti pelaksanaan PPDB jalur zonasi. Apalagi ada temuan NIK dan data di Kartu Keluarga (KK) tidak sinkron. Padahal, menurutnya, hal teknis seperti ini tidak seharusnya terjadi.

Termasuk soal titik koordinat yang juga menjadi keluhan tiap tahun. "Ada juga yang mengadu pembuatan KK-nya satu tahun lebih tapi NIK-nya salah. Tidak sinkron yang ada di Akta Kelahiran dan KK. Jadi calon peserta didik tidak bisa mendaftar," ujar dia.

Herman Hafid juga menilai juknis PPDB tahun ini belum matang. Banyak calon peserta didik yang tidak terjaring. Bukan cuma persoalan daya tampung, tapi syarat untuk lulus dinilai terlalu rumit.

"Itu terjadi di SD Mangkura, sekarang jalur zonasi tidak sampai satu kelas. Karena di juknis itu dibatasi sepuluh rumah dari tempat ia mendaftar. Padahal, di Kompleks SD Mangkura itu ada banyak hotel, kantor polisi, dan tidak ada perumahan penduduk. Kenapa justru ada pembatasan sepuluh rumah dari sekolah ," beber dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!