Investigasi Rampung, Ini Penyebab Warga Tangerang Meninggal Usai Disuntik Vaksin

Rabu, 30 Juni 2021 - 15:01 WIB
Besoknya, 23 Juni 2021, Joko pergi ke puskesmas untuk dilakukan perawatan."Dalam pemeriksaan dibatas normal, dilakukan swab antigen dan hasilnya negatif. Disarankan untuk isolasi mandiri serta dilakukan PCR besoknya," jelasnya.

Sepulang dari puskesmas, sekira pukul 12.30 WIB, Joko minta untuk diperiksa oleh tetangga. Hasilnya, tekanan darah tinggi dan penurunan kadar oksigen. Hingga sore, kondisi Joko memburuk.

"Selanjutnya pasien dibawa ke RS, dan didapatkan henti napas dan jantung. Pasien meninggal dunia. Demam dan batuk pada pasien tidak berkaitan dengan vaksinasi Covid-19," paparnya.

Menurutnya, gejala demam dan batuk yang ditimbulkan setelah vaksinasi dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang ada pada saluran pernapasan. "Data pemeriksaan medis Joko belum lengkap dan komprehensif untuk dapat mengarahkan diagnosis akhir. Penyebab kematian yang terjadi usai divaksin tidak dapat disimpulkan," tuturnya.

"Kematian Joko bukan karena kesalahan prosedur vaksin Covid-19. Berdasarkan hasil kajian secara hybrid, pada 25 Juni 2021, terjadi karena koinsiden serta belum dapat diklasifikasikan,"ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!