Gempa M5,3 Guncang Gunungkidul, BMKG: Mirip Gempa di Malang April dan Mei Lalu
Senin, 28 Juni 2021 - 09:12 WIB
Daryono mengatakan BMKG menduga, gempa di Yogyakarta pagi ini adalah gempa instalab atau yang bersumber dari lempeng Indo-Australia, dan mirip gempa yang mengguncang Malang pada 10 April dan 21 Mei 2021 lalu.
“Dugaan kami bhw gempa mag 5,1 selatan Yogyakarta adalah "gempa intraslab" atau gempa yang bersumber dalam lempeng (Indo-Australia) tampaknya terbukti dengan sayatan melintang seismisitas P. Jawa dalam arah utara selatan. Gempa ini mirip Gempa Malang 10 April & 21 Mei 2021,” kata Daryono.
Daryono menegaskan, gempa di Yogyakarta pagi ini bukan gempa megathrust. “Gempa selatan Yogyakarta Mag 5,1 pagi ini bukan gempa megathrust, karena tidak bersumber di bidang kontak antar Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia (subduksi landai-dangkal), tapi hiposenternya agak dalam sedikit memasuki Zona Benioff (subduksi mulai menukik),” katanya.
Selain itu, hingga pukul 05:50 WIB pagi ini, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock) di selatan Yogyakarta. “Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa Mw5,1 di selatan Yogyakarta. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami,” kata Daryono.
“Dugaan kami bhw gempa mag 5,1 selatan Yogyakarta adalah "gempa intraslab" atau gempa yang bersumber dalam lempeng (Indo-Australia) tampaknya terbukti dengan sayatan melintang seismisitas P. Jawa dalam arah utara selatan. Gempa ini mirip Gempa Malang 10 April & 21 Mei 2021,” kata Daryono.
Daryono menegaskan, gempa di Yogyakarta pagi ini bukan gempa megathrust. “Gempa selatan Yogyakarta Mag 5,1 pagi ini bukan gempa megathrust, karena tidak bersumber di bidang kontak antar Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia (subduksi landai-dangkal), tapi hiposenternya agak dalam sedikit memasuki Zona Benioff (subduksi mulai menukik),” katanya.
Selain itu, hingga pukul 05:50 WIB pagi ini, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock) di selatan Yogyakarta. “Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa Mw5,1 di selatan Yogyakarta. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami,” kata Daryono.
(msd)
Lihat Juga :