Miris, Keluarga di Pangkalpinang Ini Tinggal di Gubuk Roboh
Selasa, 22 Juni 2021 - 21:39 WIB
Rumah keluarga ini memang berdampingan langsung dengan aliaran sungai. Bahkan rumah itu sudah tiga kali roboh. Untuk memperbaikinya Mukmin mengaku tidak punya uang, apalagi kondisi seperti saat ini dengan penghasilan tak menentu.
"Dana untuk memperbaikinya itu gak ada, maklum lah keadaan nelayan. Kadang - kadang kalau nasib bagus ada lebih untuk makan dan nyekolahkan anak," ujarnya.
Tempat tinggal keluarga ini juah dari kata layak. Bagian dapur beratapkan langit dengan dinding papan puing dari reruntuhan sedikit menempel dan lantai papan yang separuh keropos.
Di bagian tengah bangunan masih sedikit mendingan. Sebagian atap masih mampu menahan dari terik matahari maupun hujan. Namun itupun tak sepenuh, karena dibeberapa sudut masih terlihat bolong.
Kendati demikian Mukmin bersama keluarganya tak punya pilihan. Mereka terpaksa tetap tinggal di sana, tanpa mengenal rasa mengeluh, meskipun tersentuh pemerintah setempat.
"Alat rumah seperti baju dan lainnya diletakan di bagian tengah rumah. Tidur itu alakadarnya, kalau hujan kandang - kadang kehujanan, karena kan sengnya itu bekas juga dapat dikasih kawan," ucap Mukmin.
"Dana untuk memperbaikinya itu gak ada, maklum lah keadaan nelayan. Kadang - kadang kalau nasib bagus ada lebih untuk makan dan nyekolahkan anak," ujarnya.
Tempat tinggal keluarga ini juah dari kata layak. Bagian dapur beratapkan langit dengan dinding papan puing dari reruntuhan sedikit menempel dan lantai papan yang separuh keropos.
Di bagian tengah bangunan masih sedikit mendingan. Sebagian atap masih mampu menahan dari terik matahari maupun hujan. Namun itupun tak sepenuh, karena dibeberapa sudut masih terlihat bolong.
Kendati demikian Mukmin bersama keluarganya tak punya pilihan. Mereka terpaksa tetap tinggal di sana, tanpa mengenal rasa mengeluh, meskipun tersentuh pemerintah setempat.
"Alat rumah seperti baju dan lainnya diletakan di bagian tengah rumah. Tidur itu alakadarnya, kalau hujan kandang - kadang kehujanan, karena kan sengnya itu bekas juga dapat dikasih kawan," ucap Mukmin.
Lihat Juga :