Psikolog Ini Ungkap Fakta di Balik Hebohnya Antrean Pembeli BTS Meal
Jum'at, 11 Juni 2021 - 16:33 WIB
“Apalagi di Indonesia bisa meminta jasa layanan antarmakanan online sehingga pembeli tidak berpikir panjang untuk memesan karena memang mudah (didapat),” ungkapnya.
Hal yang harus diperhatikan, kata dia, manajemen McD memang seharusnya mengatur sehingga tidak terjadi antrean atau pembeli yang membludak. "Secara marketing memang prinsip orang berjualan kan memang ingin laku sehingga yang dilakukan McD adalah dengan menggandeng artis terkenal. Hal ini bukan hal baru untuk membuat produk menjadi laku," katanya.
Seperti diketahui bahwa ARMY ini cukup banyak jumlahnya di Indonesia. Di sisi lain, McD juga makanan yang biasa dikonsumsi remaja termasuk ARMY.
Baca juga: Sayang Anak, Menteri Erick Berburu BTS Meal Sampai Keringetan
“Remaja juga memiliki konformitas yang tinggi dengan sebayanya, sehingga keinginan untuk ‘sama’ dengan yang lain menjadi kuat. Bisa mendapatkan merchandise idola- di sini adalah BTS Meal menjadi kebanggaan tersendiri. Isi dari makanannya sendiri tidak jadi penting. Jadi ini sebenarnya fenomena biasa. Kemudahan teknologi, banyaknya ARMY, dan kurangnya antisipasi dari McD sendiri yang membuat keadaan menjadi tidak terkendali,” paparnya.
Hal yang harus diperhatikan, kata dia, manajemen McD memang seharusnya mengatur sehingga tidak terjadi antrean atau pembeli yang membludak. "Secara marketing memang prinsip orang berjualan kan memang ingin laku sehingga yang dilakukan McD adalah dengan menggandeng artis terkenal. Hal ini bukan hal baru untuk membuat produk menjadi laku," katanya.
Seperti diketahui bahwa ARMY ini cukup banyak jumlahnya di Indonesia. Di sisi lain, McD juga makanan yang biasa dikonsumsi remaja termasuk ARMY.
Baca juga: Sayang Anak, Menteri Erick Berburu BTS Meal Sampai Keringetan
“Remaja juga memiliki konformitas yang tinggi dengan sebayanya, sehingga keinginan untuk ‘sama’ dengan yang lain menjadi kuat. Bisa mendapatkan merchandise idola- di sini adalah BTS Meal menjadi kebanggaan tersendiri. Isi dari makanannya sendiri tidak jadi penting. Jadi ini sebenarnya fenomena biasa. Kemudahan teknologi, banyaknya ARMY, dan kurangnya antisipasi dari McD sendiri yang membuat keadaan menjadi tidak terkendali,” paparnya.
Lihat Juga :