Jam Operasional KRL Dimajukan Tak Ada Lonjakan Penumpang di Stasiun Bogor

Senin, 20 April 2020 - 13:52 WIB
Pihaknya menargetkan dengan diberlakukannya PSBB adalah menurunnya tingkat penyebaran Covid19 di Kota Bogor maupun daerah lain yang ada di Jabodetabek."Ini konsistensinya harus kita jaga, masyarakat juga semakin paham dan yang pasti kita ingin tidak terjadi lagi, apalagi Bogor ini kan Alhamdulillah sudah enam yang sembuh dari Covid-19. Momentum ini jangan sampai jadi berbalik malah jadi satu penyebaran yang masif itu yang kita takutkan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Prasarana Edi Nursalam menuturkan, dari pantauannya sudah 14 kereta yang diberangkatkan dari jam 05.00 WIB hingga jam 06.00 WIB. "Kalau kita lihat dari rata-rata harian turunnya sampai 85%, biasanya sampai jam 6 itu sudah 10.000 penumpang, sekarang hanya 1.700-an, sudah jauh sekali menurunya," terang Edi.

Pihaknya berharap, penerapan PSBB ini bisa berhasil karena memang targetnya mengurangi pergerakan orang semaksimal mungkin untuk dan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19."BPTJ sudah rapat dua kali dengan instansi terkait kemudian malam hari kita dengan Menko Maritim, kita standby-kan bus 15 unit untuk antisipasi jika ada ledakan penumpang tapi ternyata tidak, bus tidak jadi digerakan tapi kita sudah siap," ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!