Jam Operasional KRL Dimajukan Tak Ada Lonjakan Penumpang di Stasiun Bogor

Senin, 20 April 2020 - 13:52 WIB
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim saat meninjau Stasiun Bogor pada Senin (20/4/2020).Foto/SINDOnews/Haryudi
BOGOR - Hari keenam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pasca-ditolaknya usulan Pemkot Bogor tentang penghentian sementara Kereta Rel Listrik (KRL) oleh Kementerian Perhubungan tidak terjadi lonjakan penumpang di Stasiun Bogor pada, Senin (20/04/2020).

Bahkan, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim yang turun langsung ke lapangan karena adanya permintaan Kemenhub untuk membantu pengamanan di Stasiun Bogor tentang potensi lonjakan penumpang menyatakan landai. Dedie bersama Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Edi Nursalam, dan jajaran Pemkot Bogor mulai pukul 06.00 WIB berkeliling di area Stasiun Bogor. Berdasarkan pantauan tidak nampak antrean penumpang seperti yang terjadi pada pekan sebelumnya.



Pasalnya, hal tersebut dikarenakan jam operasional KRL Commuter Line dimajukan menjadi jam 04.30 dari sebelumnya mulai beroperasi pada jam 06.00 WIB."Pagi ini kita melihat situasi di Stasiun Bogor lebih landai ya. Kenapa bisa terjadi situasi seperti ini? Karena keretanya beroperasi sejak 04.30 WIB. Ini bentuk antisipasi, apalagi Senin ya biasanya kita lihat penumpukan penumpang sangat tinggi," ungkap Dedie di Stasiun Bogor, Senin (20/04/2020).

Dia menuturkan, langkah ini sebagai bagian konsistensi PT KAI, PT KCI dan BPTJ dalam memastikan penerapan PSBB ini terjaga dengan baik."Jadi apa yang kita lakukan sia-sia. Sebelumnya kan KCI memulai perjalanan pukul 06.00 WIB itu pasti jumlah penumpukan akan sangat terjadi. Jadi, dengan begini paling tidak ada jalan keluar untuk memastikan physical distancing dan sosial distancing di dalam gerbong," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!