Keren, Pria Blitar Ini Mampu Ciptakan Sepeda Tenaga Matahari
Selasa, 08 Juni 2021 - 22:14 WIB
Lilik Suprawanto warga Kota Blitar dengan sepeda tenaga surya ciptaannya. Foto/SINDOnews/Solichan Arif
BLITAR - Lilik Suprawanto (54) warga Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar , Jawa Timurberhasil merakit sepeda angin bertenaga surya. Saking girangnya begitu energi matahari berhasil ia ubah menjadi arus listrik searah, dan mampu menggerakkan roda sepeda, Lilik langsung menjajalnya keliling kota.
Baca juga: Memilukan, Anak Menangis Histeris Melihat Ibunya Terlindas Truk di Pantura Tuban
"Sebenarnya masih perlu penyempurnaan. Tapi kalah dengan senang, langsung saya coba," tutur Lilik kepada Sindonews.com. Sepeda angin yang dipakai eksperimen bertenaga surya adalah sepeda buatan China. Seingat Lilik, saat kakaknya membeli untuk anaknya, sepeda elektrik itu tergolong keluaran awal.
Baca juga: Dibekuk, Ini Penampakan 6 Preman Pengeroyok Anggota TNI AL di Terminal Bungurasih
Dalam perjalanannya, sepeda tersebut tidak lagi dipakai. Akinya soak. Penyimpan strum itu rusak. Begitu juga dengan piranti chargernya ikut menyusul aus. Karena harganya relatif mahal, akhirnya dibiarkan saja, dan mangkrak. "Sudah lama tidak dipakai karena rusak. Lalu oleh kakak diberikan ke saya," terangnya.
Saat itu Maret 2020. Awal pandemi COVID-19. Lilik yang sudah tiga tahun memakai listrik energi matahari untuk kebutuhan rumah tangga, berfikir tentang sepeda tenaga surya. Pikirannya sederhana. Bagaimana berhenti merogoh kocek untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) sepeda motor.
Tidak lagi terbebani membayar pajak dan parkir tahunan. Sebab pandemi membuat situasi ekonomi serba sulit. Terutama ekonomi kerakyatan. "Minimal tidak lagi mengeluarkan uang untuk membeli bensin," kata Lilik yang sehari hari melayani servis elektronik. Sepeda pemberian kakaknya langsung diotak-atik.
Baca juga: Memilukan, Anak Menangis Histeris Melihat Ibunya Terlindas Truk di Pantura Tuban
"Sebenarnya masih perlu penyempurnaan. Tapi kalah dengan senang, langsung saya coba," tutur Lilik kepada Sindonews.com. Sepeda angin yang dipakai eksperimen bertenaga surya adalah sepeda buatan China. Seingat Lilik, saat kakaknya membeli untuk anaknya, sepeda elektrik itu tergolong keluaran awal.
Baca juga: Dibekuk, Ini Penampakan 6 Preman Pengeroyok Anggota TNI AL di Terminal Bungurasih
Dalam perjalanannya, sepeda tersebut tidak lagi dipakai. Akinya soak. Penyimpan strum itu rusak. Begitu juga dengan piranti chargernya ikut menyusul aus. Karena harganya relatif mahal, akhirnya dibiarkan saja, dan mangkrak. "Sudah lama tidak dipakai karena rusak. Lalu oleh kakak diberikan ke saya," terangnya.
Saat itu Maret 2020. Awal pandemi COVID-19. Lilik yang sudah tiga tahun memakai listrik energi matahari untuk kebutuhan rumah tangga, berfikir tentang sepeda tenaga surya. Pikirannya sederhana. Bagaimana berhenti merogoh kocek untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) sepeda motor.
Tidak lagi terbebani membayar pajak dan parkir tahunan. Sebab pandemi membuat situasi ekonomi serba sulit. Terutama ekonomi kerakyatan. "Minimal tidak lagi mengeluarkan uang untuk membeli bensin," kata Lilik yang sehari hari melayani servis elektronik. Sepeda pemberian kakaknya langsung diotak-atik.
Lihat Juga :