Ridwan Kamil Sebut Indonesia Bisa Jadi Negara Adidaya, Ini Syaratnya
Rabu, 02 Juni 2021 - 15:49 WIB
"Dunia digital 4.0 ini memberikan banyak peluang mengakses informasi dengan cepat. Tapi jangan lupa dunia digital juga ada sisi gelap, yaitu banyak beredarnya berita bohong dan akan menggerus semangat kebangsaan, ideologi Pancasila bagi mereka-mereka yang pondasinya tidak kuat," katanya saat menjadi pembicara Seminar IKA Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) yang dilaksanakan secara daring, Rabu (2/6/2021).
Menurut dia, wawasan kebangsaan sangat penting, karena tekanan terhadap Keindonesiaan selalu ada. Oleh karena itu, memperkuat dan mempererat sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia mutlak dilakukan. Tetap berpegang teguh pada Pancasila dan merespons disrupsi digital dengan kehati-hatian jadi jawaban.
Sementara Wali Kota Bogor, Bima Arya menilai bahwa Indonesia kini dihadapkan pada satu persoalan yang lebih berat ketimbang masa sebelumnya. Menurut dia, bangsa ini seringkali dihadapkan pada isu perpecahan, politisasi, hingga konflik horizontal-vertikal.
Menurut dia, harus diakui bahwa di Orde Baru nation building berjalan sistematis. Sebab politisi saat itu berpikir jauh ke depan melakukan upaya agar identitas bangsa yang kokoh dari masa ke masa.
"Kita prihatin dan sedih ketika Pilpres, Pilgub, bangsa ini seolah-olah dikotak-kotakkan. Bayangkan, bagaimana perasaan dari para founding father kita yang membangun bangsa ini dengan darah dan air mata mencoba menyatukan bangsa ini dengan segala daya upaya. Tetapi kemudian disederhanakan menjadi cebong-kampret, menjadi kita atau mereka. Sangat menyedihkan, bagi saya ini adalah hal yang sangat serius," ujar Bima.
Menurut dia, wawasan kebangsaan sangat penting, karena tekanan terhadap Keindonesiaan selalu ada. Oleh karena itu, memperkuat dan mempererat sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia mutlak dilakukan. Tetap berpegang teguh pada Pancasila dan merespons disrupsi digital dengan kehati-hatian jadi jawaban.
Sementara Wali Kota Bogor, Bima Arya menilai bahwa Indonesia kini dihadapkan pada satu persoalan yang lebih berat ketimbang masa sebelumnya. Menurut dia, bangsa ini seringkali dihadapkan pada isu perpecahan, politisasi, hingga konflik horizontal-vertikal.
Menurut dia, harus diakui bahwa di Orde Baru nation building berjalan sistematis. Sebab politisi saat itu berpikir jauh ke depan melakukan upaya agar identitas bangsa yang kokoh dari masa ke masa.
"Kita prihatin dan sedih ketika Pilpres, Pilgub, bangsa ini seolah-olah dikotak-kotakkan. Bayangkan, bagaimana perasaan dari para founding father kita yang membangun bangsa ini dengan darah dan air mata mencoba menyatukan bangsa ini dengan segala daya upaya. Tetapi kemudian disederhanakan menjadi cebong-kampret, menjadi kita atau mereka. Sangat menyedihkan, bagi saya ini adalah hal yang sangat serius," ujar Bima.
Lihat Juga :