Pandemi, Angka Stunting di Cimahi Naik 1,73 Persen

Selasa, 01 Juni 2021 - 05:13 WIB
Disebutkannya, angka stunting di Kota Cimahi sejak tahun 2017 sudah mengalami penurunan sebanyak 15%. Kemudian pada tahun 2018 turun lagi ke angka 9,17%. Namun di tahun 2020 ketika terjadi pandemi COVID-19 angkanya justru naik kembali menjadi 10,9%. Namun demikian, prevalensi stunting di Cimahi masih memenuhi standar WHO yakni di bawah 16,5%.

Menurutnya, pandemi COVID-19 dengan segala permasalahan dan pembatasan aktivitas warga, berdampak kepada asupan gizi serta pemahaman masyarakat. Makanya pencegahan stunting dilakukan berbarengan dengan penanganan COVID-19.

Biasanya, lanjut Ngatiyana, kasus stunting terjadi saat anak mulai berada dari dalam kandungan. Seperti karena kekurangan asupan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan bagi perkembangan janin. Biasanya dipicu karena faktor ekonomi dan kemiskinan keluarganya.



"Pemerintah terus berupaya untuk memberikan bantuan kepada mereka, orang tua yang membutuhkan, dalam bentuk bahan makanan seperti telur dan ayam maupun ikan. Supaya anak-anak Cimahi ke depan terhindar dari stunting," pungkasnya. Baca: Gegara Adu Mulut, Warga Kediri Terluka Parah Dicangkul Teman Dekat.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!