Tembakau Sintetis Dikendalikan Remaja Tanggung, Polisi Buru 5 DPO hingga Lubang Tikus
Senin, 31 Mei 2021 - 14:53 WIB
Polres Jakarta Selatan menciduk sembilan orang pelaku terkait home industri tembakau sintetis sebanyak 185 kg di Bogor. Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti
JAKARTA - Polisi mengungkap kasus peredaran tembakau sintetis di wilayah Bogor dan menciduk 9 orang pelaku. Adapun para pelaku itu merupakan remaja tanggung, begitu juga dengan 5 pelaku pengendalinya yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO).
"Pelaku ini rata-rata di umum 20-24 tahun, begitu juga dengan otaknya itu yang 5 orang kemungkinan masih remaja juga," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Senin (31/5/2021). Baca juga: Waspada! Narkoba Tembakau Sintetis Jaringan Bogor Diedarkan dengan Kemasan Snack
Menurutnya, dari hasil pemeriksaan 9 pelaku, khususnya produsen tembakau sintetis, mereka sudah terlibat peredaran barang haram itu selama setahun. Sehari, biasanya mereka bisa memproduksi 20 kg tembakau sintetis dan keuntungannya itu per hari mencapai Rp240 juta bila harga persepuluh kg Rp800 ribu.
"Dari hasil ungkap 185 kg lebih itu kalau kita hitung diperkirakan mencapai hampir Rp15 miliar. Makanya, kami akan terus mengejar sampai ke lobang tikus sekalipun kami kejar. Karena ini merusak generasi muda Indonesia," tuturnya. Baca juga: Ini Peran 9 Pelaku Peredaran 185 Kg Tembakau Sintetis
"Pelaku ini rata-rata di umum 20-24 tahun, begitu juga dengan otaknya itu yang 5 orang kemungkinan masih remaja juga," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Senin (31/5/2021). Baca juga: Waspada! Narkoba Tembakau Sintetis Jaringan Bogor Diedarkan dengan Kemasan Snack
Menurutnya, dari hasil pemeriksaan 9 pelaku, khususnya produsen tembakau sintetis, mereka sudah terlibat peredaran barang haram itu selama setahun. Sehari, biasanya mereka bisa memproduksi 20 kg tembakau sintetis dan keuntungannya itu per hari mencapai Rp240 juta bila harga persepuluh kg Rp800 ribu.
"Dari hasil ungkap 185 kg lebih itu kalau kita hitung diperkirakan mencapai hampir Rp15 miliar. Makanya, kami akan terus mengejar sampai ke lobang tikus sekalipun kami kejar. Karena ini merusak generasi muda Indonesia," tuturnya. Baca juga: Ini Peran 9 Pelaku Peredaran 185 Kg Tembakau Sintetis
Lihat Juga :