Antisipasi Bencana Alam, Bekasi Tambah Desa dan Kelurahan Tanggap Bencana
Sabtu, 29 Mei 2021 - 11:44 WIB
Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara dan Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan."Mereka diberikan pembekalan dan pembinaan mengenai tahapan yang harus dilakukan dalam bencana, dan apa saja yang harus dilakukan sebagai wilayah Destana dan Katana," ujarnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Muhammad Said menambahkan, tahun ini jumlah kecamatan di Kabupaten Bekasi yang terkena bencana, terutama banjir, mengalami kenaikan. Pada tahun 2020, ada 20 kecamatan yang tergenang banjir, namun di tahun 2021 meningkat menjadi 21 kecamatan. (Baca juga; Tembus 90 Orang Positif COVID-19 di Klaster Perumahan Griya Melati Kota Bogor )
"Dari total 23 kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi dengan jumlah genangan sebanyak 157 titik," imbuhnya. Sejauh ini BPBD, kata dia, terus melakukan sosialisasi, edukasi dan pembentukan Destana dan Katana agar bisa mengedukasi kepada masyarakat untuk selalu siap siaga dalam menghadapi bencana.
"Karena tahun ini Intensitas kolongsoran dan putingbeliung mengalami peningkatan," ungkapnya. Untuk itu, Said berharap, masyarakat mempunyai kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena salah satu penyebab banjir di Kabupaten Bekasi adalah banyaknya sampah yang berserakan dan di sungai.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Muhammad Said menambahkan, tahun ini jumlah kecamatan di Kabupaten Bekasi yang terkena bencana, terutama banjir, mengalami kenaikan. Pada tahun 2020, ada 20 kecamatan yang tergenang banjir, namun di tahun 2021 meningkat menjadi 21 kecamatan. (Baca juga; Tembus 90 Orang Positif COVID-19 di Klaster Perumahan Griya Melati Kota Bogor )
"Dari total 23 kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi dengan jumlah genangan sebanyak 157 titik," imbuhnya. Sejauh ini BPBD, kata dia, terus melakukan sosialisasi, edukasi dan pembentukan Destana dan Katana agar bisa mengedukasi kepada masyarakat untuk selalu siap siaga dalam menghadapi bencana.
"Karena tahun ini Intensitas kolongsoran dan putingbeliung mengalami peningkatan," ungkapnya. Untuk itu, Said berharap, masyarakat mempunyai kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena salah satu penyebab banjir di Kabupaten Bekasi adalah banyaknya sampah yang berserakan dan di sungai.
(wib)
Lihat Juga :