Warga Banaran Tetap Nekat Hadang Ambulans Pasien Reaktif Corona

Sabtu, 23 Mei 2020 - 17:40 WIB
Warga Desa Banaran Gunungkidul masih nekat menghandang ambulan yang lewat. Aparat harus bertindak tegas. FOTO : SINDOnews/Suharjono
GUNUNGKIDUL - Langkah Pemkab Gunungkidul meminjam Wisama Wanagama untuk karantina warga reaktif hasil rapid test terhadap COVID-19 tidak berjalan mulus. Sejak kemarin hingga hari ini, warga Desa Banaran justru menghadang mobil-mobil ambulans yang lewat di jalan desa.

Ketua PMI Gunungkidul Iswandoyo mengatakan, Sabtu (23/5/2020) siang sekitar pukul 11.00 WIB mobil PMI yang akan mengambil pasien reaktif ke rumah sakit kembali dihadang. Mobil pun diminta melalui jalur jalan luar desa yang sempit dan membahayakan.



"Saya kasihan tim PMI dan relawan lainnya kalau masih dibiarkan. Karena jalur itu tidak memperlancar namun menghambat kelancaran proses penanganan COVID-19," terangnya kepada SINDOnews Sabtu (23/5/2020).

Dengan kondisi ini pihaknya sudah meminta kepada gugus tugas dan kepolisian melakukan pengawalan. Namun ironisnya mobil ambulans tetap dihadang. "Bahkan tadi di depan mobil PMI ada mobil sabhara, tapi masih saja ambulans dihadang," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!