Pemprov Jabar Target Lakukan Rapid dan Swab Test Terhadap 300.000 Penduduk
Sabtu, 23 Mei 2020 - 11:27 WIB
Pihaknya juga menjadikan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Provinsi Jabar sebagai momentum pengetesan masif COVID-19. Sebab, saat pemberlakuan PSBB, pergerakan masyarakat menurun, sehingga potensi penularan COVID-19 lebih rendah.
Menurut Berli, swab test diprioritaskan bagi warga di wilayah Bodebek (Kota Bogor, Bekasi, Depok, Kabupaten Bogor, dan Bekasi) dan Bandung Raya (Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Sumedang) yang merupakan zona merah COVID-19.
"Seperti yang sudah dikabarkan, kami sudah distribusikan test kit PCR sekitar 15.500 ke 10 kabupaten/kota tersebut saat awal PSBB tingkat provinsi berlaku. Kami minta kabupaten/kota untuk menghabiskan test kit tersebut. Per hari ini, 13.132 alat test kit PCR sudah digunakan," paparnya.
Berli menambahkan, pengetesan masif difokuskan juga untuk pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), dan tenaga kesehatan yang berada di zona merah. Selain itu, pengetesan COVID-19 dilakukan juga di pasar tradisional yang berpotensi menjadi klaster penyebaran COVID-19.
Menurut Berli, swab test diprioritaskan bagi warga di wilayah Bodebek (Kota Bogor, Bekasi, Depok, Kabupaten Bogor, dan Bekasi) dan Bandung Raya (Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Sumedang) yang merupakan zona merah COVID-19.
"Seperti yang sudah dikabarkan, kami sudah distribusikan test kit PCR sekitar 15.500 ke 10 kabupaten/kota tersebut saat awal PSBB tingkat provinsi berlaku. Kami minta kabupaten/kota untuk menghabiskan test kit tersebut. Per hari ini, 13.132 alat test kit PCR sudah digunakan," paparnya.
Berli menambahkan, pengetesan masif difokuskan juga untuk pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), dan tenaga kesehatan yang berada di zona merah. Selain itu, pengetesan COVID-19 dilakukan juga di pasar tradisional yang berpotensi menjadi klaster penyebaran COVID-19.
(wib)
Lihat Juga :