Rapid Test Antigen Digelar di Sejumlah Objek Wisata, Tak Ditemukan Kasus Positif
Senin, 17 Mei 2021 - 16:08 WIB
David mengaku, cukup lega dengan tidak adanya wisatawan yang reaktif COVID-19. Itu mencirikan jika wisatawan yang datang dalam kondisi sehat dan sudah sadar akan protokol kesehatan.
Selain itu, pengelola wisata juga sudah menerapkan sistem sterilisasi dari sejak pintu masuk hingga kembali pulang.
"Kemarin rapid test antigen di lakukan di Grafika Cikole dan Farmhouse secara sampel. Untuk yang di Farmhouse kebetulan saya monitor langsung, ada 51 rapid test antigent yang terpakai dari 100 yang disiapkan," terangnya.
Menurutnya dari hasil monitoring yang dilakukan pihaknya ke sejumlah tempat wisata, tidak tampak adanya penumpukan wisatawan.
Ini dikarenakan pihak pengelola membatasi jumlah kunjungan hanya 25% dari kapasitas tempat dan itupun pemesanan tiket dilakukan secara online.
"Sekarang ini destinasi wisata di Lembang untuk carrying capacity-nya max 25% dan jam operasional dibatasi tutup jam 16.00 WIB. Pengelola lebih mengutamakan pada kualitas daripada kuantitas dari jumlah wisatawan," pungkasnya.
Selain itu, pengelola wisata juga sudah menerapkan sistem sterilisasi dari sejak pintu masuk hingga kembali pulang.
"Kemarin rapid test antigen di lakukan di Grafika Cikole dan Farmhouse secara sampel. Untuk yang di Farmhouse kebetulan saya monitor langsung, ada 51 rapid test antigent yang terpakai dari 100 yang disiapkan," terangnya.
Menurutnya dari hasil monitoring yang dilakukan pihaknya ke sejumlah tempat wisata, tidak tampak adanya penumpukan wisatawan.
Ini dikarenakan pihak pengelola membatasi jumlah kunjungan hanya 25% dari kapasitas tempat dan itupun pemesanan tiket dilakukan secara online.
"Sekarang ini destinasi wisata di Lembang untuk carrying capacity-nya max 25% dan jam operasional dibatasi tutup jam 16.00 WIB. Pengelola lebih mengutamakan pada kualitas daripada kuantitas dari jumlah wisatawan," pungkasnya.
Lihat Juga :