Tantang Petugas Medis di Medsos, Pria Banyumas Ini Ditangkap Polisi
Jum'at, 22 Mei 2020 - 15:15 WIB
Polisi segera menelusuri unggahan tersebut dan berhasil mengidentikasi penulisnya. Agar tak berlarut, polisi pun mendatangi rumah AS untuk klarifikasi.
Kasubag Humas Polresta Banyumas Iptu Siti Nurkhayati mengatakan, pihaknya telah mendatangi rumah yang bersangkutan. Setelah dimintai keterangan, AS mengaku sebagai pemilik akun Mas Black yang postingannya mengundang polemik di media sosial.
“Benar bahwa orang berada dalam screenshoot chat WA dalam akun IG tersebut adalah saya dengan Saudari E,” kata Nurkhayati menirukan AS, Jumat (22/5/2020).
Dalam klarifikasi itu, AS juga mengaku jika unggahannya itu sebenarnya untuk memberi semangat kepada petugas medis. Dia tak menyangka jika unggahannya mendapat respons dan diunggah kembali ke media sosial hingga menimbulkan polemik.
“Dalam chat tersebut maksud saya adalah untuk mengkritik dan memberi semangat para tenaga medis yg memasang tagar #Indonesia terserah, kami menyerah#. Namun saya akui dalam hal ini bahasa yang saya gunakan cukup provokatif dan tidak menunjukkan adanya bentuk kritik dan memberi semangat , justru menimbulkan persepsi negatif yang sifatnya provokatif,” ungkap AS.
Kasubag Humas Polresta Banyumas Iptu Siti Nurkhayati mengatakan, pihaknya telah mendatangi rumah yang bersangkutan. Setelah dimintai keterangan, AS mengaku sebagai pemilik akun Mas Black yang postingannya mengundang polemik di media sosial.
“Benar bahwa orang berada dalam screenshoot chat WA dalam akun IG tersebut adalah saya dengan Saudari E,” kata Nurkhayati menirukan AS, Jumat (22/5/2020).
Dalam klarifikasi itu, AS juga mengaku jika unggahannya itu sebenarnya untuk memberi semangat kepada petugas medis. Dia tak menyangka jika unggahannya mendapat respons dan diunggah kembali ke media sosial hingga menimbulkan polemik.
“Dalam chat tersebut maksud saya adalah untuk mengkritik dan memberi semangat para tenaga medis yg memasang tagar #Indonesia terserah, kami menyerah#. Namun saya akui dalam hal ini bahasa yang saya gunakan cukup provokatif dan tidak menunjukkan adanya bentuk kritik dan memberi semangat , justru menimbulkan persepsi negatif yang sifatnya provokatif,” ungkap AS.
(nbs)
Lihat Juga :