Demi Lebaran di Kampung, Pemudik Rela Naik Ojek Hindari Penyekatan di Kuningan
Kamis, 06 Mei 2021 - 06:01 WIB
Petugas melakukan penyekatan di jalur mudik Kuningan, Jawa Barat.
KUNINGAN - Demi bisa merayakan Idul Fitri di kampung halamannya, Fitri (36) rela merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya, dia rela mengeluarkan duit lebih untuk membayar ojek agar terhindari pos cek poin Tugu Ikan Sampora, Kuningan, Jawa Barat.
Ya, Fitri beserta dua anaknya semula menggunakan travel gelap dari Kabupaten Bekasi menuju ke wilayah Luragung, Kuningan. Untuk menghindari penyekatan, Fitri pun harus turun di salah satu rumah makan di wilayah Beber, Kabupaten Cirebon.
Baca juga: Antisipasi Pemudik Lolos Penyekatan, Ridwan Kamil: Jabar Siapkan 2.500 Ruang Isolasi
"Di sana turunnya, gimana lagi, takut diputar balik, ya mau gak mau saya harus turun seperti penumpang lainnya," kata dia sambil menunjuk salah satu rumah makan ketika berbincang dengan MNC Portal, Kamis (6/5/2021).
Fitri mengaku harus mengelurakan ongkos dua kali lipat agar bisa sampai ke rumahnya di wilayah Luragung. "Ongkosnya dari Bekasi saja bisa Rp 250 ribu, nah ini ojek Rp 150 ribu," kata Fitri lagi.
Lain Fitri lain juga yang dialami Ahmad (26). Ahmad mengaku menunggu sepupunya untuk menjemput dirinya di rumah makan seperti Fitri diturunkan. "Nunggu dijemput paka motor, kalau pake ojek mahal, dan jauh juga kan, jarak tempuh ke rumah bisa sampai satu jam," kata Ahmad.
Ya, Fitri beserta dua anaknya semula menggunakan travel gelap dari Kabupaten Bekasi menuju ke wilayah Luragung, Kuningan. Untuk menghindari penyekatan, Fitri pun harus turun di salah satu rumah makan di wilayah Beber, Kabupaten Cirebon.
Baca juga: Antisipasi Pemudik Lolos Penyekatan, Ridwan Kamil: Jabar Siapkan 2.500 Ruang Isolasi
"Di sana turunnya, gimana lagi, takut diputar balik, ya mau gak mau saya harus turun seperti penumpang lainnya," kata dia sambil menunjuk salah satu rumah makan ketika berbincang dengan MNC Portal, Kamis (6/5/2021).
Fitri mengaku harus mengelurakan ongkos dua kali lipat agar bisa sampai ke rumahnya di wilayah Luragung. "Ongkosnya dari Bekasi saja bisa Rp 250 ribu, nah ini ojek Rp 150 ribu," kata Fitri lagi.
Lain Fitri lain juga yang dialami Ahmad (26). Ahmad mengaku menunggu sepupunya untuk menjemput dirinya di rumah makan seperti Fitri diturunkan. "Nunggu dijemput paka motor, kalau pake ojek mahal, dan jauh juga kan, jarak tempuh ke rumah bisa sampai satu jam," kata Ahmad.
Lihat Juga :