Agar Tidak Terjadi Tsunami COVID-19, Perketat Protokol Kesehatan

Rabu, 05 Mei 2021 - 13:25 WIB
Saat ini Indonesia masih dalam proses panjang membentuk herd immunity bagi 181,5 juta penduduknya. Program vaksinasi pemerintah yang menyentuh angka 20,4 juta pada 3 Mei lalu masih belum saatnya untuk dirayakan atau memberikan rasa aman berlebihan kepada masyarakat sehingga mengabaikan protokol kesehatan.

“Euforia vaksinasi terus kita tekan, dan selalu kita informasikan kepada setiap orang yang divaksinasi bahwa kita masih dalam masa pandemi, sehingga vaksinasi saja tidak cukup memberikan perlindungan. Tentunya harus melaksanakan protokol kesehatan,” tambah dr. Nadia.

Dokter Fala Adinda, Anggota Satgas Penanganan COVID-19 Subbidang Mitigasi, jugamengingatkan bahwa pandemi ini belum berakhir. Terlebih lagi dengan adanya mutasi virusbaru. Baca juga: Yusran Lalogau Minta Kades dan Lurah Ingatkan Warga Soal Protokol Kesehatan

"Jangan sampai kita mengikuti negara tetangga yang sudah memasuki gelombang ketiga,dan diikuti dengan kasus baru yang melonjak. Longgarnya protokol kesehatan yang terjadi di sekeliling kita sebenarnya menjadi semacam lampu merah. Walaupun sudah ada program vaksinasi jangan sampai protokol kesehatan ini menjadi longgar,” terang dr. Fala.

Untuk, dia mengimbau, semua elemen bangsa terus menerus mengingatkan sesamanya agar tidak jenuh dengan kondisi saat ini, “Kita harus kembali lagi kepada individu masing-masing. Maukah terusmenjalankan protokol kesehatan, jangan terlena dengan penurunan curva atau kejenuhan karenapandemi sudah berjalan lebih dari satu tahun,” tutup dr. Fala.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!