Pekerja Migran yang Mudik Jalani Karantina di Rusunawa
Senin, 03 Mei 2021 - 16:49 WIB
Dandim 0812 juga menyampaikan, sebelum mereka tiba di Lamongan, PMI ini telah terlebih dulu menjalani tes PCR dan karantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya selama 2 hari. Para pekerja migran tersebut berasal dari berbagai wilayah di Lamongan seperti kecamatan Solokuro, Kecamatan Glagah, Kecamatan Laren, dan Kecamatan Brondong.
"Sesuai dengan arahan Tim gugus tugas penanganan COVID-19 19 di Lamongan, para PMI asal Lamongan ini harus dikarantina terlebih dahulu di Rusunawa ASN sebelum pulang. Hal ini untuk mencegah klaster baru, apalagi mereka berasal dari luar negeri," terang Sidik.
PMI, tambah dia, baru diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing setelah menjalani karantina selama 3 hari ke depan sudah di tes swab antigen dengan hasil negatif. Baca juga: 1.500 PMI Mudik ke Jatim, 4 Diantaranya Positif COVID-19
Abdul Hamid Bin Yusuf (69) warga Kecamatan Solokuro salah seorang pekerja migran mengaku sudah 7 tahun bekerja di Malaysia, ia mengaku agak canggung saat tiba di Lamongan karena masih harus menjalani karantina lagi sebelum pulang. "Ya mau bagaimana lagi, demi pulang ke Indonesia," ungkapnya.
"Sesuai dengan arahan Tim gugus tugas penanganan COVID-19 19 di Lamongan, para PMI asal Lamongan ini harus dikarantina terlebih dahulu di Rusunawa ASN sebelum pulang. Hal ini untuk mencegah klaster baru, apalagi mereka berasal dari luar negeri," terang Sidik.
PMI, tambah dia, baru diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing setelah menjalani karantina selama 3 hari ke depan sudah di tes swab antigen dengan hasil negatif. Baca juga: 1.500 PMI Mudik ke Jatim, 4 Diantaranya Positif COVID-19
Abdul Hamid Bin Yusuf (69) warga Kecamatan Solokuro salah seorang pekerja migran mengaku sudah 7 tahun bekerja di Malaysia, ia mengaku agak canggung saat tiba di Lamongan karena masih harus menjalani karantina lagi sebelum pulang. "Ya mau bagaimana lagi, demi pulang ke Indonesia," ungkapnya.
(don)
Lihat Juga :