Proyek Kereta Cepat Rampung, Pj Bupati Bandung: TOD Tegalluar Butuh Payung Hukum
Jum'at, 23 April 2021 - 17:15 WIB
Menurut Dedi, Depo Kereta Cepat Jakarta-Bandung di wilayah Tegalluar membutuhkan sarana pendukung berupa akses bukaan, akses tol, interchange, hingga ramp di sekitar Kilometer (Km) 148 Tol Purbaleunyi.
"Sekitar 400 hektare luas wilayah Tegalluar saya harap tetap menjadi TOD. Ini akan menambah PAD untuk Kabupaten Bandung kalau sudah dibangun depo dan stasiunnya," jelas Dedi di Bandung, Jumat (23/4/2021).
Dedi pun berharap, RDTR sebagai landasan hukum pemanfaatan ruang wilayah Tegalluar lebih berorientasi kepada konsep padat modal.
"Kalau padat karya lebih banyak ke pabrik, malah lebih banyak pencemarannya. Kita sudah mulai kurangi lah, apalagi dengan adanya program Citarum Harum," imbuhnya.
Diketahui, pemerintah melakukan percepatan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), kereta cepat tersebut harus sudah beroperasi pada semester II 2021 mendatang.
Lebih lanjut Dedi mengatakan, tidak hanya melalui pemanfaatan TOD Tegalluar, beragam inovasi lain pun, kata Dedi, bisa dilakukan guna mendongkrak PAD Kabupaten Bandung.
"Sekitar 400 hektare luas wilayah Tegalluar saya harap tetap menjadi TOD. Ini akan menambah PAD untuk Kabupaten Bandung kalau sudah dibangun depo dan stasiunnya," jelas Dedi di Bandung, Jumat (23/4/2021).
Dedi pun berharap, RDTR sebagai landasan hukum pemanfaatan ruang wilayah Tegalluar lebih berorientasi kepada konsep padat modal.
"Kalau padat karya lebih banyak ke pabrik, malah lebih banyak pencemarannya. Kita sudah mulai kurangi lah, apalagi dengan adanya program Citarum Harum," imbuhnya.
Diketahui, pemerintah melakukan percepatan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), kereta cepat tersebut harus sudah beroperasi pada semester II 2021 mendatang.
Lebih lanjut Dedi mengatakan, tidak hanya melalui pemanfaatan TOD Tegalluar, beragam inovasi lain pun, kata Dedi, bisa dilakukan guna mendongkrak PAD Kabupaten Bandung.
Lihat Juga :