Volume Sampah Medis Tinggi, Oded Minta Warga Kelola dari Rumah
Jum'at, 23 April 2021 - 14:11 WIB
Ilustrasi/Dok
BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung mengajak masyarakat lebih peka terhadap pengelolaan sampah medis dari rumah tangga. Selain berbahaya, sampah medis juga membawa virus dan bakteri.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mencatat, selama tiga bulan, limbah medis di Kota Bandung sudah mencapai 2 ton. Meski jumlahnya lebih sedikit dari sampah biasa, namun akibatnya lebih berbahaya.
”Limbah medis bukan saja mengotori lingkungan tapi juga bisa membawa virus atau bakteri,” tutur Wali Kota Bandung, Oded M Danial saat mengisi seminar online ‘Peningkatan Literasi Sampah Rumah Tangga, Menuju Zero Waste Society’ bersama Pengabdian Masyarakat ITB, Jumat (23/4/2021).
Di tingkat Puskesmas, terang Oded, penanganan limbah medis telah sesuai protokol tetap (protap) Kementerian Kesehatan.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mencatat, selama tiga bulan, limbah medis di Kota Bandung sudah mencapai 2 ton. Meski jumlahnya lebih sedikit dari sampah biasa, namun akibatnya lebih berbahaya.
”Limbah medis bukan saja mengotori lingkungan tapi juga bisa membawa virus atau bakteri,” tutur Wali Kota Bandung, Oded M Danial saat mengisi seminar online ‘Peningkatan Literasi Sampah Rumah Tangga, Menuju Zero Waste Society’ bersama Pengabdian Masyarakat ITB, Jumat (23/4/2021).
Di tingkat Puskesmas, terang Oded, penanganan limbah medis telah sesuai protokol tetap (protap) Kementerian Kesehatan.