Cegah Terorisme Melalui Model Pengasuhan Demokratis dan Toleran
Kamis, 22 April 2021 - 16:03 WIB
“Dalam konteks banjir dan mudahnya akses informasi lewat internet dan media sosial, maka keluarga seharusnya bisa berperan sebagai tempat yang nyaman dan menyenangkan bagi seorang anak untuk mendiskusikan secara terbuka informasi-informasi yang mereka terima,” jelasnya.
Ia menambahkan, sisi kenyamanan dan keterbukaan untuk mendiskusikan informasi yang diterima akan menjadi banteng untuk mengikis pemahaman radikalisme yang muncul akibat informasi yang keliru.
Dalam menciptakan suasana yang nyaman dalam keluarga, orangtua harus memiliki pemahaman keagamaan yang benar dan utuh sehingga bisa memberikan contoh praktik keagamaan yang baik.
“Jika orangtua sudah menjadi contoh yang baik dalam praktik keagamaan, anak akan dapat percaya dan tidak segan membuka topik pembicaraan seputar paham keagamaan yang telah mereka terima,” jelasnya.
Model pengasuhan demokratis dalam keluarga menjadi cara ampuh untuk mencegah munculnya paham dan praktik radikalisme.
Model pengasuhan ini memungkinkan orangtua mengasuh anak dengan kontrol serta kehangatan yang tinggi.
Ia menambahkan, sisi kenyamanan dan keterbukaan untuk mendiskusikan informasi yang diterima akan menjadi banteng untuk mengikis pemahaman radikalisme yang muncul akibat informasi yang keliru.
Dalam menciptakan suasana yang nyaman dalam keluarga, orangtua harus memiliki pemahaman keagamaan yang benar dan utuh sehingga bisa memberikan contoh praktik keagamaan yang baik.
“Jika orangtua sudah menjadi contoh yang baik dalam praktik keagamaan, anak akan dapat percaya dan tidak segan membuka topik pembicaraan seputar paham keagamaan yang telah mereka terima,” jelasnya.
Model pengasuhan demokratis dalam keluarga menjadi cara ampuh untuk mencegah munculnya paham dan praktik radikalisme.
Model pengasuhan ini memungkinkan orangtua mengasuh anak dengan kontrol serta kehangatan yang tinggi.
Lihat Juga :