Indah Putri Indriani Perkenalkan Inovasi Getar Dilan ke Menteri Sosial
Kamis, 22 April 2021 - 15:12 WIB
Selain Indah, diskusi ini juga dihadiri secara virtual beberapa kepala daerah perempuan, seperti Wali Kota Tanjung Pinang Rahma, Bupati Indramayu Nina Agustina, Wali Kota Singkawang Kalbar Tjhai Chui Mie. Diskusi dipandu Aisha Shaidra yang juga wartawati Tempo.
Baca juga: Tingkatkan Efektivitas Penyelesaian Hukum, Pemkab Lutra dan Kejari Jalin Kerja Sama
Selain memanfaatkan inovasi getar dilan, pelibatan sektor UMKM dan IKM juga terus didorong untuk menopang pergerakan roda perekonomian guna mengakselerasi pemulihan ekonomi di tengah pandemi.
“Kami mendorong UMKM dan industri kecil menengah (IKM) karena jika sektor ekonomi yang kita dorong akan memiliki multiplier effect atau dampak berganda karena jika industri kecilnya bergerak akan membuka lapangan pekerjaan, dan semakin banyak orang yang akan memberi manfaat, mendapatkan semacam insentif dari pembukaan lapangan kerja tersebut, sehingga daya beli masyarakat meningkat,” papar Indah.
“Jadi, kami tidak menyentuh lagi untuk rumah tangga karena kami menganggap bantuan dari pemerintah pusat sudah cukup dan sangat membantu pemerintah daerah. Tinggal memang tingkat ketepatan validasi datanya saja yang perlu dibenahi,” sambungnya.
Baca juga: Lepas Jenazah Nursalam, Suaib Mansur: Beliau Berjasa Membangun Luwu Utara
Dijelaskan Indah, sektor UMKM kini sudah mulai produktif. Untuk itu, pihaknya akan terus mendorong melalui BPUMKM atau bantuan produktif usaha mikro kecil menengah, dengan mengusulkan sekira 13.200 UMKM , di mana ada 6.462 UMKM yang telah mendapatkan bantuan Rp2,4 juta per kelompok.
Baca juga: Tingkatkan Efektivitas Penyelesaian Hukum, Pemkab Lutra dan Kejari Jalin Kerja Sama
Selain memanfaatkan inovasi getar dilan, pelibatan sektor UMKM dan IKM juga terus didorong untuk menopang pergerakan roda perekonomian guna mengakselerasi pemulihan ekonomi di tengah pandemi.
“Kami mendorong UMKM dan industri kecil menengah (IKM) karena jika sektor ekonomi yang kita dorong akan memiliki multiplier effect atau dampak berganda karena jika industri kecilnya bergerak akan membuka lapangan pekerjaan, dan semakin banyak orang yang akan memberi manfaat, mendapatkan semacam insentif dari pembukaan lapangan kerja tersebut, sehingga daya beli masyarakat meningkat,” papar Indah.
“Jadi, kami tidak menyentuh lagi untuk rumah tangga karena kami menganggap bantuan dari pemerintah pusat sudah cukup dan sangat membantu pemerintah daerah. Tinggal memang tingkat ketepatan validasi datanya saja yang perlu dibenahi,” sambungnya.
Baca juga: Lepas Jenazah Nursalam, Suaib Mansur: Beliau Berjasa Membangun Luwu Utara
Dijelaskan Indah, sektor UMKM kini sudah mulai produktif. Untuk itu, pihaknya akan terus mendorong melalui BPUMKM atau bantuan produktif usaha mikro kecil menengah, dengan mengusulkan sekira 13.200 UMKM , di mana ada 6.462 UMKM yang telah mendapatkan bantuan Rp2,4 juta per kelompok.
Lihat Juga :