Pengamat Trisakti Ini Sebut Harmonisasi Pembuat Aturan di Indonesia Lemah
Minggu, 18 April 2021 - 22:07 WIB
Dia melihat kurangnya harmonisasi ini akan menimbulkan kegaduhan ketika pendidikan Pancasila dan Bahasa Indonesia tidak masuk dalam mata pelajaran wajib.
Baca juga: Reshuffle Kabinet Makin Dekat, Posisi Mendikbud Nadiem Makarim Dinilai Aman
“Jelas ini menjadi persoalan sensitif karena Pancasila merupakan falsafah kita dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sementara, bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa di mana kita kaya dengan bahasa daerah,” ungkap Radian.
Karena itu, pemerintah harus belajar dari kesalahan ini. Pembuat aturan wajib lebih cermat dan teliti. “Selain itu, juga harus benar-benar secara maksimal dalam melakukan harmonisasi agar tidak lagi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” ucapnya.
Baca juga: Reshuffle Kabinet Makin Dekat, Posisi Mendikbud Nadiem Makarim Dinilai Aman
“Jelas ini menjadi persoalan sensitif karena Pancasila merupakan falsafah kita dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sementara, bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa di mana kita kaya dengan bahasa daerah,” ungkap Radian.
Karena itu, pemerintah harus belajar dari kesalahan ini. Pembuat aturan wajib lebih cermat dan teliti. “Selain itu, juga harus benar-benar secara maksimal dalam melakukan harmonisasi agar tidak lagi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :