Bisa Picu Perang ! Amerika Kirim Pesawat Pembom Nuklir Dekati China
Kamis, 21 Mei 2020 - 09:49 WIB
Baca : Angkatan Laut Inggris Investigasi Kebocoran di Kapal Induk Senilai Rp54 T
Li Jie, seorang spesialis militer yang berbasis di Beijing, mengatakan penyebaran pesawat pembom nuklir itu menunjukkan bahwa AS berusaha untuk menjaga pencegahan strategis, di mana Angkatan Udara Amerika telah melakukan 11 penerbangan pada bulan Maret dan 13 penerbangan pada bulan April di atas Selat Taiwan dan Laut China Selatan.
“Jelas, para pembuat keputusan di Pentagon sedang mencoba menggunakan pembom sebagai alat baru dalam pencegahan strategisnya terhadap China. Kami akan melihat gangguan B-1 yang intensif ke wilayah udara di Selat Taiwan dan Laut China Selatan pada bulan Mei," kata Li.
Dia mencatat bahwa segera setelah pengerahan ke Guam, dua pesawat pembom B-1B terbang di atas Laut China Timur dan juga terbang di atas perairan lepas pantai timur laut Taiwan pada 6 Mei yang katanya merupakan indikasi kepada Taiwan bahwa AS belum memberikan pengaruh militernya di wilayah tersebut.
Pada 29 April, Angkatan Udara AS mengirim dua B-1B Lancers untuk penerbangan bolak-balik 32 jam di atas Laut China Selatan. Pesawat itu merotasi pesawat pembom B-1, B-2 dan B-52.
Pada 14 Mei, Angkatan Laut China memulai latihan militer 11 minggu di perairan lepas kota pelabuhan utara Tangshan di Laut Kuning. AS mengirim kapal perang melintasi Selat Taiwan pada hari yang sama, yang menandai manuver keenamnya di selat tersebut sepanjang tahun ini.
Komando Indo-Pasifik AS mengatakan pada hari Rabu bahwa Angkatan Laut AS telah melakukan latihan perang ranjau di Laut China Timur.
Li Jie, seorang spesialis militer yang berbasis di Beijing, mengatakan penyebaran pesawat pembom nuklir itu menunjukkan bahwa AS berusaha untuk menjaga pencegahan strategis, di mana Angkatan Udara Amerika telah melakukan 11 penerbangan pada bulan Maret dan 13 penerbangan pada bulan April di atas Selat Taiwan dan Laut China Selatan.
“Jelas, para pembuat keputusan di Pentagon sedang mencoba menggunakan pembom sebagai alat baru dalam pencegahan strategisnya terhadap China. Kami akan melihat gangguan B-1 yang intensif ke wilayah udara di Selat Taiwan dan Laut China Selatan pada bulan Mei," kata Li.
Dia mencatat bahwa segera setelah pengerahan ke Guam, dua pesawat pembom B-1B terbang di atas Laut China Timur dan juga terbang di atas perairan lepas pantai timur laut Taiwan pada 6 Mei yang katanya merupakan indikasi kepada Taiwan bahwa AS belum memberikan pengaruh militernya di wilayah tersebut.
Pada 29 April, Angkatan Udara AS mengirim dua B-1B Lancers untuk penerbangan bolak-balik 32 jam di atas Laut China Selatan. Pesawat itu merotasi pesawat pembom B-1, B-2 dan B-52.
Pada 14 Mei, Angkatan Laut China memulai latihan militer 11 minggu di perairan lepas kota pelabuhan utara Tangshan di Laut Kuning. AS mengirim kapal perang melintasi Selat Taiwan pada hari yang sama, yang menandai manuver keenamnya di selat tersebut sepanjang tahun ini.
Komando Indo-Pasifik AS mengatakan pada hari Rabu bahwa Angkatan Laut AS telah melakukan latihan perang ranjau di Laut China Timur.
Lihat Juga :