Tahun Ini, Tidak Ada Salat Idul Fitri di Masjid Al-Markaz Al-Islami

Kamis, 21 Mei 2020 - 09:25 WIB
Menurut Basri, salah satu pertimbangan utama penutupan Masjid AL-Markaz Al-Islami Jenderal M.Jusuf untuk pelaksanaan salat Idul Fitri, yaitu jumlah jamaah Al-Markaz yang sangat besar sehingga menyebabkan tidak bisa dikontrol untuk menerapkan dan mengikuti protokol kesehatan, seperti physical distancing dan penggunaan masker.

Masjid Al-Markaz Al-Islami sendiri memiliki daya tampung 10 ribu jamaah lebih. Bahkan, di saat pelaksanaan salat Idul Fitri maupun Idul Adha, jumlahnya akan membludak dan meluber hingga ke Jalan Sunu. Sehingga tidak mudah untuk melakukan pengaturan dan kontrol terhadap jamaah yang demikian besar, agar mau mengikuti protokol kesehatan penanganan wabah covid-19.

“Jumlah Yang demikian besar itu dapat membawa kemudharatan (bahaya) bagi jiwa dengan penularan yang tidak terkontrol. Kemaslahatan menutup sementara waktu dipastikan lebih besar dari pada membukanya,” tandasnya.

Penutupan masjid kebanggaan masyarakat Sulsel ini hanya bersifat sementara hingga situasi berkaitan dengan penanganan wabah covid-19 benar-benar sudah kondusif. Pengurus Masjid AL-Markaz Al-Islami berharap situasi bisa kembali normal, sehingga masjid yang didirikan oleh Jenderal M.Jusuf ini sudah dapat digunakan untuk pelaksanaan Salat Idul Adha mendatang.

Baca Juga : Pj Wali Kota Makassar Minta Warga Laksanakan Salat Id di Rumah
(sri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!