Berkah Ramadhan, Pencuri Janur Diangkatkan Kodim Batang Jadi Tenaga Honorer

Kamis, 21 Mei 2020 - 09:15 WIB
"Bapak Suwarno sendiri menganggur karena di PHK dua bulan lalu dari bengkel dimana dia bekerja. Di tengah situasi seperti saat ini, kita juga tidak bisa menyalahkan pemilik bengkel yang memberhentikannya," imbuhnya.

Tanggung jawab selaku kepala keluarga terhadap nasib anak dan istrinya itulah, menurut Henry, yang membuat Suwarno tidak bisa berpikir secara rasional, sehingga akhirnya mencuri janur untuk menghidupi keluarganya yang nyaris kelaparan. "Kita juga tidak bisa menyalahkan kepada massa yang menghakiminya karena mencuri. Tapi seyogyanyalah, kita semua berpikir jernih untuk mengetahui dampak dan alasannya itu," kata Henry penuh getir.

Dari peristiwa itu, sembari menunggu maghrib, Henry bersama anggota Kodim dan tokoh masyarakat mendatangi keluarga Suwarno sembari memberikan bantuan. "Sempat jadi bulan-bulanan massa karena mencuri janur, akhirnya permasalahan dapat dilerai setelah semua pihak menyadari bahwa di tengah situasi Ramadhan dan pandemi COVID-19 yang serba sulit, maka diadakan musyawarah untuk mufakat," kata pria asal Medan ini.

Setelah mendengar ceritanya yang memilukan, akhirnya semua pihak sepakat mencari solusi demi kebaikan bersama. "Kita tidak dapat membayangkan, hanya karena janur bisa membuat semuanya emosi dan kalap, beruntung semua pihak sadari itu dan akhirnya bapak Suwarno pun dapat keluar dari sel Polsek," katanya.

"Sore tadi, menjelang buka puasa (kemarin), kita semua datang melihat kondisi keluarga, sekaligus ingin membantu meringankan bebannya, dengan memberikan sedikit bantuan sembako dan menawarkan pekerjaan, agar bapak Suwarno dapat memberikan nafkah bagi keluarganya," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!