Triwulan I 2021, Neraca Perdagangan Jawa Timur Defisit USD743,84 Juta
Jum'at, 16 April 2021 - 14:24 WIB
Sedangkan impor mencapai USD5,98 miliar atau naik 10,27% dibandingkan Januari Maret 2020, yakni sebesar USD5,42 miliar.
“Selama triwulan I 2021, nilai impor nonmigas dari negara ASEAN mencapai USD626,45 juta. Paling banyak dari Thailand dengan nilai USD192,77 juta atau berkontribusi 4,11% dari total impor,” imbuh Umar.
Sedangkan impor dari kawasan Uni Eropa sebesar USD344,95 juta. Utamanya dari Italia sebesar USD92,42 juta atau dengan kontribusi sebesar 1,97%.
Tiga negara utama penyumbang impor ke Jatim pada periode Januari - Maret 2021, masih didominasi dari Tiongkok dengan nilai impor sebesar USD1,29 miliar atau dengan kontribusi 27,57%.
Disusul Amerika Serikat sebesar USD331,53 juta atau dengan kontribusi 7,07 persen, serta Australia sebesar USD226,34 juta atau dengan kontribusi 4,82%.
“Selama triwulan I 2021, nilai impor nonmigas dari negara ASEAN mencapai USD626,45 juta. Paling banyak dari Thailand dengan nilai USD192,77 juta atau berkontribusi 4,11% dari total impor,” imbuh Umar.
Sedangkan impor dari kawasan Uni Eropa sebesar USD344,95 juta. Utamanya dari Italia sebesar USD92,42 juta atau dengan kontribusi sebesar 1,97%.
Tiga negara utama penyumbang impor ke Jatim pada periode Januari - Maret 2021, masih didominasi dari Tiongkok dengan nilai impor sebesar USD1,29 miliar atau dengan kontribusi 27,57%.
Disusul Amerika Serikat sebesar USD331,53 juta atau dengan kontribusi 7,07 persen, serta Australia sebesar USD226,34 juta atau dengan kontribusi 4,82%.