Psikolog Bilang Begini Soal Tren Kejahatan yang Menyasar Anak-anak
Senin, 12 April 2021 - 05:35 WIB
Dia juga melihat saat ini anak-anak dibekali fasilitas yang memungkinkan untuk dijadikan korban, seperti membawa handphone, memakai jam mahal/bagus, membawa motor dan lainnya. Hubungan dengan dunia luar yang semakin mudah dengan media sosial dan lainnya yang membuat anak lebih mudah terpapar pada orang asing.
“Kesempatan yang lebih besar untuk bertemu orang lain juga membuat anak semakin besar kemungkinannya menjadi sasaran kejahatan,” ucapnya.
Di sisi lain, pengawasan orang tua kian melemah. Bagi banyak orang tua, sulit untuk bisa mengawasi anak-anaknya terutama jika terkait media sosial. Demikian juga di dunia nyata, pengawasan orang tua semakin lama semakin berkurang terutama saat anak beranjak dewasa.
“Orang tua wajib memberikan pembekalan pada anaknya mengenai keselamatan dirinya sendiri. Yang paling dini adalah mengajarkan mana yang benar dan tidak (moral),” kata Shinta.
Baca juga: Ungkap Kasus Prostitusi Anak, Polsek Tanjung Priok Dapat Apresiasi dari LPAI
“Kesempatan yang lebih besar untuk bertemu orang lain juga membuat anak semakin besar kemungkinannya menjadi sasaran kejahatan,” ucapnya.
Di sisi lain, pengawasan orang tua kian melemah. Bagi banyak orang tua, sulit untuk bisa mengawasi anak-anaknya terutama jika terkait media sosial. Demikian juga di dunia nyata, pengawasan orang tua semakin lama semakin berkurang terutama saat anak beranjak dewasa.
“Orang tua wajib memberikan pembekalan pada anaknya mengenai keselamatan dirinya sendiri. Yang paling dini adalah mengajarkan mana yang benar dan tidak (moral),” kata Shinta.
Baca juga: Ungkap Kasus Prostitusi Anak, Polsek Tanjung Priok Dapat Apresiasi dari LPAI
Lihat Juga :