Kebun Si Pintar Pemkab Lutra, Bangun Kepedulian Siswa Terhadap Lingkungan
Senin, 05 April 2021 - 23:02 WIB
“Konsep dari inovasi ini adalah bagaimana membangun kepedulian anak-anak terhadap sesama. Awalnya anak-anak kelas 4 sampai kelas 6 mengimplementasikan kurikulum berbasis muatan lokal dengan bercocok tanam di lahan pekarangan sekolah dengan menanam berbagai jenis sayuran. Saat panen, anak-anak ini bersama gurunya menikmati hasilnya,” kata Suharto yang juga inovator Rompi KPK ini.
Baca juga: Peta Baper, Inovasi Pemetaan Batas Desa Lutra Didorong Ikut Kompetisi Nasional
Ia kemudian berpikir, bagaimana hasil panen sayur tersebut bisa dinikmati juga oleh warga kurang mampu yang ada di sekitar sekolah. Lantas timbul di benaknya untuk mengubah pola implementasi kurikulum muatan lokal tersebut dengan memindahkan kebun sekolah ke rumah-rumah warga kurang mampu.
“Di sisi lain ternyata di sekitar lingkungan sekolah ada warga kurang mampu terhimpit beban ekonomi, terlebih di masa pandemi Covid-19 yang tentu saja semakin menyulitkan ekonomi mereka,” ungkap pria yang akrab disapa Atto ini.
“Nah, warga kurang mampu yang ada di sekitar lingkungan sekolah ini kemudian kita jadikan sebagai objek pembelajaran buat peserta didik agar materi peduli lingkungan sosial yang juga masuk kurikulum berbasis muatan lokal di sekolah serta kebun yang ada di lingkungan sekolah itu kita alihkan ke pekarangan rumah warga kurang mampu yang tentunya lebih membutuhkan untuk mendongkrak ekonomi mereka di tengah pandemi ,” ujar dia menambahkan.
Baca juga: Indah Ikut Sosialisasi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Instansi Pemerintah
Disebutkan Atto, kebun sekolah di rumah warga hanya objek pembelajaran. Intinya, kata dia, bagaimana menanamkan pendidikan karakter kepada anak-anak untuk peduli terhadap sesama
Baca juga: Peta Baper, Inovasi Pemetaan Batas Desa Lutra Didorong Ikut Kompetisi Nasional
Ia kemudian berpikir, bagaimana hasil panen sayur tersebut bisa dinikmati juga oleh warga kurang mampu yang ada di sekitar sekolah. Lantas timbul di benaknya untuk mengubah pola implementasi kurikulum muatan lokal tersebut dengan memindahkan kebun sekolah ke rumah-rumah warga kurang mampu.
“Di sisi lain ternyata di sekitar lingkungan sekolah ada warga kurang mampu terhimpit beban ekonomi, terlebih di masa pandemi Covid-19 yang tentu saja semakin menyulitkan ekonomi mereka,” ungkap pria yang akrab disapa Atto ini.
“Nah, warga kurang mampu yang ada di sekitar lingkungan sekolah ini kemudian kita jadikan sebagai objek pembelajaran buat peserta didik agar materi peduli lingkungan sosial yang juga masuk kurikulum berbasis muatan lokal di sekolah serta kebun yang ada di lingkungan sekolah itu kita alihkan ke pekarangan rumah warga kurang mampu yang tentunya lebih membutuhkan untuk mendongkrak ekonomi mereka di tengah pandemi ,” ujar dia menambahkan.
Baca juga: Indah Ikut Sosialisasi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Instansi Pemerintah
Disebutkan Atto, kebun sekolah di rumah warga hanya objek pembelajaran. Intinya, kata dia, bagaimana menanamkan pendidikan karakter kepada anak-anak untuk peduli terhadap sesama
Lihat Juga :