Dramatis, Korban Kebakaran Apartemen Taman Sari Selamat Berkat Handuk Basah
Senin, 05 April 2021 - 16:01 WIB
Ketika asap mulai masuk ke kamar apartemen yang dihuninya, dia langsung bergegas membuka pintu kamar dan ternyata asap menutupi seluruh ruangan. "Saya buka pintu kamar di koridor sudah pekat dengan asap. Saya menyalakan HP, Ronny ternyata sudah berusaha menelepon saya sejak jam 03.30 WIB," kata Ayu.
Atas kejadian itu, dia merasa heran karena tidak ada bunyi alarm gawat darurat di apartemennya. "Kenapa alarm kebakaran sama sekali gak berbunyi dan tidak ada pengumuman apapun di loud speakers," ucapnya.
Setelah mengetahui ada kebakaran di apartemennya, Ayu yang tinggal di lantai 15 kemudian merapikan barang berharganya dan bergegas turun menggunakan tangga darurat.
Baca juga: Dibangunkan Kucing, Penghuni Apartemen Taman Sari Selamat dari Kebakaran
Suasana mencekam saat menuruni anak tangga tak pernah terlintas di benaknya. Asap yang memenuhi seluruh ruangan menjadi penghalang saat dia berusaha menyelamatkan diri. "Gak keliatan apa-apa meskipun saya sudah nyalakan senter HP. Mata sangat perih dan susah dibuka. Hidung dan tenggorokan terasa terbakar," tuturnya.
Tak ingin mengambil risiko lebih besar, dia memutuskan kembali ke kamar untuk membuka balkon. Beruntung keputusan itu membuahkan hasil karena dia dapat menghirup udara bersih. "Saya lari lagi ke atas. Kembali ke kamar. Saya basahi handuk, letakkan memanjang di celah pintu depan supaya asap gak masuk," ujarnya.
Atas kejadian itu, dia merasa heran karena tidak ada bunyi alarm gawat darurat di apartemennya. "Kenapa alarm kebakaran sama sekali gak berbunyi dan tidak ada pengumuman apapun di loud speakers," ucapnya.
Setelah mengetahui ada kebakaran di apartemennya, Ayu yang tinggal di lantai 15 kemudian merapikan barang berharganya dan bergegas turun menggunakan tangga darurat.
Baca juga: Dibangunkan Kucing, Penghuni Apartemen Taman Sari Selamat dari Kebakaran
Suasana mencekam saat menuruni anak tangga tak pernah terlintas di benaknya. Asap yang memenuhi seluruh ruangan menjadi penghalang saat dia berusaha menyelamatkan diri. "Gak keliatan apa-apa meskipun saya sudah nyalakan senter HP. Mata sangat perih dan susah dibuka. Hidung dan tenggorokan terasa terbakar," tuturnya.
Tak ingin mengambil risiko lebih besar, dia memutuskan kembali ke kamar untuk membuka balkon. Beruntung keputusan itu membuahkan hasil karena dia dapat menghirup udara bersih. "Saya lari lagi ke atas. Kembali ke kamar. Saya basahi handuk, letakkan memanjang di celah pintu depan supaya asap gak masuk," ujarnya.
Lihat Juga :