Mudik Dilarang, Epidemiolog UI: Masih Tetap Ada yang Nekat

Kamis, 01 April 2021 - 15:04 WIB
Saat ini positivity rate di Indonesia sudah turun. Namun Miko meyakini tidak demikian jika dilihat dari prevalensi. Karena saat ini prevalensi baru terungkap sekitar 1,5 juta dan dia meyakini bahwa yang sebenarnya lebih dari angka tersebut. “Kalau lebih tinggi kemungkinan terjadi kerumunan (karena mudik) maka akan terjadi penularan,” katanya.

Artinya, kata dia, dengan demikian diprediksi klaster mudik bisa berdampak pada penambahan angka kasus Covid-19 Indonesia, khusunya di Depok. Oleh karena itu, dia masih terus meminta kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pergerakan yang memicu kerumunan. “Betul. Adanya klaster mudik bisa menimbulkan pertambahan angka kasus,” bebernya.

Terkait vaksinasi, Miko menuturkan, bahwa itu tidak 100 persen membuat individu menjadi kebal. Mereka yang sudah divaksin hanya memiliki probability lebih kecil untuk terkena infeksi dibanding yang belum divaksin.

“Orang yang divaksin dan tidak, akan berbeda probabilitias infeksinya. Yang divaksin lebih kecil (probabiliti) tapi bukan berarti bebas dari infeksi. Mengurangi probabilitas saja,” katanya. Baca juga: Libur Paskah 2021, PNS Dilarang Mudik & Liburan ke Luar Kota

Penularan akan tetap terjadi baik pada yang sudah divaksin atau belum hanya saja soal probability. Mereka yang sudah divaksin akan berkurang 1/3 probabilitynya dibanding yang belum.

“Jumlah penularan akan terjadi baik yang sudah divaksin atau belum cuma probabilitas saja. Yang divaksin akan berkurang 1/3,”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!