Jaga Imunitas Tubuh Saat Pandemi, Makanan Sehat dan Aktif Bergerak
Jum'at, 19 Maret 2021 - 19:29 WIB
Jaga Imunitas Tubuh Saat Pandemi, Makanan Sehat dan Aktif Bergerak. Foto/Dok
DENPASAR - Pada masa Pandemi COVID-19 , daya tahan tubuh yang konsisten sangat diperlukan. Namun bukan berarti seseorang tidak boleh melakukan diet atau menjaga keseimbangan berat badan. Diet yang benar merupakan pola pemenuhan gizi agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga. Lalu, bagaimana caranya?
Nutritionist Siloam Hospitals Bali Lely Agustin mengatakan, rata-rata kebutuhan energi untuk pria sebesar 2500 Kilo Kalori atau kkal. Sedangkan untuk wanita 2100 kkal. Satu Kilo Kalori setara 1.000 kalori. (Baca juga: Begini Tips Aman Saat Harus Mengantre Vaksinasi Covid-19! )
"Dalam pelaksanaan diet kalori diperlukan pengurangan sebanyak 500 kkal per hari atau 3500 kkal per Minggu dan akan mengurangi sebesar 0,5 - 1kg dalam seminggu," kata Lely Agustin melalui edukasi kesehatan Live Zoom Webinar bertajuk Olahraga dan Defisit Kalori, Menjaga Imunitas Seimbang, di Siloam Hospitals Bali, Jumat (19/3/2021). (Baca juga: Studi : Diet Tinggi Lemak Bisa Menyebabkan Serangan Jantung )
Menurut Lely Agustin, melakukan diet bukan berarti mengurangi porsi makan dan asupan nutrisi. Namun menjaga gizi yang seimbang agar tubuh dapat mengolah asupan dengan tepat. Pola diet berlebih akan mempengaruhi sistem imun pada manusia, yaitu metabolisme energi akan terganggu dan daya tahan tubuh menurun. Sehingga mengakibatkan respon yang lambat terhadap antigen yang masuk.
Nutritionist Siloam Hospitals Bali Lely Agustin mengatakan, rata-rata kebutuhan energi untuk pria sebesar 2500 Kilo Kalori atau kkal. Sedangkan untuk wanita 2100 kkal. Satu Kilo Kalori setara 1.000 kalori. (Baca juga: Begini Tips Aman Saat Harus Mengantre Vaksinasi Covid-19! )
"Dalam pelaksanaan diet kalori diperlukan pengurangan sebanyak 500 kkal per hari atau 3500 kkal per Minggu dan akan mengurangi sebesar 0,5 - 1kg dalam seminggu," kata Lely Agustin melalui edukasi kesehatan Live Zoom Webinar bertajuk Olahraga dan Defisit Kalori, Menjaga Imunitas Seimbang, di Siloam Hospitals Bali, Jumat (19/3/2021). (Baca juga: Studi : Diet Tinggi Lemak Bisa Menyebabkan Serangan Jantung )
Menurut Lely Agustin, melakukan diet bukan berarti mengurangi porsi makan dan asupan nutrisi. Namun menjaga gizi yang seimbang agar tubuh dapat mengolah asupan dengan tepat. Pola diet berlebih akan mempengaruhi sistem imun pada manusia, yaitu metabolisme energi akan terganggu dan daya tahan tubuh menurun. Sehingga mengakibatkan respon yang lambat terhadap antigen yang masuk.
Lihat Juga :