Stasiun Rawa Buntu, Peninggalan Staatsspoorwegen yang Nyaris Setop Operasi

Senin, 22 Maret 2021 - 06:10 WIB
Salah satu permasalahan dalam pengembangan wilayah Jabotabek (Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi) tahun 1976 adalah kebutuhan masyarakat di bidang transportasi umum. Untuk mengatasinya, Departemen Perhubungan (Dephub) bekerjasama dengan Pemerintah Jepang melakukan peningkatan fungsi kereta api di Jabotabek.

Lintas Serpong dari Tanah Abang-Sudimara-Serpong sepanjang 23,3 km turut menjadi bagian proyek kereta api Jabotabek. Salah satu hal penting adalah elektrifikasi lintas Serpong yang melintasi Stasiun Rawabuntu.

Baca juga: Pemprov DKI Akan Gandeng MRT dan KAI untuk Penataan Stasiun Palmerah

Awalnya, Stasiun Rawa Buntu memiliki satu jalur kereta dan berstatus sebagai halte (perhentian). Sejak pengoperasian jalur ganda Tanah Abang–Serpong per 24 Juli 2007 tata letak stasiun ini diubah dengan menambahkan jalur 2 sebagai sepur lurus baru arah Tanah Abang. Perombakan stasiun ini pada kurun waktu 2007–2009 kemudian menambahkan peron tinggi di bibir jalur 2 dan 1.



Stasiun Rawa Buntu, Serpong, Tangsel. Foto: heritage.kai.id
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!