Uang Study Tour Dialihkan ke SPP, Sekolah SMP-SMA Bintara Depok Diduga Intimidasi Siswa
Rabu, 17 Maret 2021 - 18:18 WIB
Karena sulit berkomunikasi akhirnya sejumlah wali murid menguasakan kasus tersebut pada kuasa hukum. Pihak sekolah sudah diberikan surat undangan berupa somasi oleh kuasa hukum.
“Di sini ada dana study tour yang tidak ada kejelasan. Maksudnya kegiatan study tour tidak dilaksanakan, namun transparansinya tidak ada. Klien kami (orang tua murid) sebenarnya menuntut itu saja, menuntut transparansi pengembalian uang,” ujar kuasa hukum sejumlah orang tua murid, Taty Wahyuni Oesman, Rabu (17/3/2021).
Menurut dia, sudah banyak orang tua yang melunasi pembayaran. “Akhirnya dikembalikan sekitar 30 persen yaitu Rp1.325.000. Itu pun dialihkan untuk pembayaran SPP April-Mei dari jumlah biaya study tour Rp3.950.000 per siswa. SMP satu kelas, SMA dua kelas,” katanya.
Pengalihan uang tersebut menjadi uang SPP hanya melalui persetujuan siswa saja. Siswa diminta tanda tangan bukti pembayaran dengan dugaan adanya intimidasi. “Kami nilai anak-anak mendapat intimidasi. Mereka harus menyetujui pengalihan dana ke SPP. Bahkan, mereka sempat diberikan tekanan tidak akan mengikuti ujian pada 10 Maret kemarin,” ujar Taty.
Siswa juga terancam tidak dapat mengikuti ujian sekolah kemarin jika tidak membayar uang SPP bulan April-Mei 2021. Menurutnya, hal itu membuat psikologis siswa terganggu.
“Di sini ada dana study tour yang tidak ada kejelasan. Maksudnya kegiatan study tour tidak dilaksanakan, namun transparansinya tidak ada. Klien kami (orang tua murid) sebenarnya menuntut itu saja, menuntut transparansi pengembalian uang,” ujar kuasa hukum sejumlah orang tua murid, Taty Wahyuni Oesman, Rabu (17/3/2021).
Menurut dia, sudah banyak orang tua yang melunasi pembayaran. “Akhirnya dikembalikan sekitar 30 persen yaitu Rp1.325.000. Itu pun dialihkan untuk pembayaran SPP April-Mei dari jumlah biaya study tour Rp3.950.000 per siswa. SMP satu kelas, SMA dua kelas,” katanya.
Pengalihan uang tersebut menjadi uang SPP hanya melalui persetujuan siswa saja. Siswa diminta tanda tangan bukti pembayaran dengan dugaan adanya intimidasi. “Kami nilai anak-anak mendapat intimidasi. Mereka harus menyetujui pengalihan dana ke SPP. Bahkan, mereka sempat diberikan tekanan tidak akan mengikuti ujian pada 10 Maret kemarin,” ujar Taty.
Siswa juga terancam tidak dapat mengikuti ujian sekolah kemarin jika tidak membayar uang SPP bulan April-Mei 2021. Menurutnya, hal itu membuat psikologis siswa terganggu.
Lihat Juga :