Bulan Mei Diprediksi Puncak Pandemi COVID-19 di Jatim
Selasa, 19 Mei 2020 - 12:37 WIB
Koordinator Satgas Percepatan Penangan COVID-19 Jatim yang juga Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim
SURABAYA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur (Jatim) memprediksi, bulan Mei ini merupakan puncak dar pandemi COVID-19.
Ini ditandai dengan masih banyaknya jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Jumlah pasien yang masih banyak tersebut semakin masifnya beberapa daerah yang menjadi episentrum melakukan rapid test dan tracing terhadap titik-titik yang berpotensi terjadi penularan.
Hingga Senin (18/5/2020), di Jatim ditemukan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 131 kasus. Rinciannya, Surabaya 52, Sidoarjo 35, Tulungagung 14, Gresik 8, Bojonegoro 7, Ponorogo 4, Kab Kediri 4, Kab Sampang 1, Kab Pasuruan 1, Kota Pasuruan 1, Kota Malang 1, Kota Madiun 1, Lamongan 1, dan Jombang 1.
Koordinator Satgas Percepatan Penangan COVID-19 Jatim, Heru Tjahjono, mengatakan, pelaksanaan rapid test di wilayah Surabaya Raya makin digencarkan. Sehingga secara otomatis jumlah kasus COVID-19 yang diketahui baik ODP, PDP maupun yang positif akan semakin banyak. “Harapannya bulan Mei ini bisa mencapai puncaknya. Sehingga bulan Juni bisa turun drastis,” kata dia, Selasa (19/5/2020).
Data Pemprov Jatim menyebutkan, saat ini total jumlah pasien positif COVID-19 di Jatim 2.281orang. Dari jumlah itu, sebanyak 1.673 orang masih dirawat, lalu 375 orang yang sudah sembuh dan 224 orang yang meninggal dunia.
Sementara untuk kasus PDP, totalnya sebanyak 5.014 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.330 orang masih diawasi, 2.204 orang sudah tidak diawasi dan 480 orang yang meningggal dunia.
Ini ditandai dengan masih banyaknya jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Jumlah pasien yang masih banyak tersebut semakin masifnya beberapa daerah yang menjadi episentrum melakukan rapid test dan tracing terhadap titik-titik yang berpotensi terjadi penularan.
Hingga Senin (18/5/2020), di Jatim ditemukan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 131 kasus. Rinciannya, Surabaya 52, Sidoarjo 35, Tulungagung 14, Gresik 8, Bojonegoro 7, Ponorogo 4, Kab Kediri 4, Kab Sampang 1, Kab Pasuruan 1, Kota Pasuruan 1, Kota Malang 1, Kota Madiun 1, Lamongan 1, dan Jombang 1.
Koordinator Satgas Percepatan Penangan COVID-19 Jatim, Heru Tjahjono, mengatakan, pelaksanaan rapid test di wilayah Surabaya Raya makin digencarkan. Sehingga secara otomatis jumlah kasus COVID-19 yang diketahui baik ODP, PDP maupun yang positif akan semakin banyak. “Harapannya bulan Mei ini bisa mencapai puncaknya. Sehingga bulan Juni bisa turun drastis,” kata dia, Selasa (19/5/2020).
Data Pemprov Jatim menyebutkan, saat ini total jumlah pasien positif COVID-19 di Jatim 2.281orang. Dari jumlah itu, sebanyak 1.673 orang masih dirawat, lalu 375 orang yang sudah sembuh dan 224 orang yang meninggal dunia.
Sementara untuk kasus PDP, totalnya sebanyak 5.014 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.330 orang masih diawasi, 2.204 orang sudah tidak diawasi dan 480 orang yang meningggal dunia.
Lihat Juga :