Berkonsep TOD, Blok VI Pasar Senen Akan Memiliki 40 Lantai
Rabu, 10 Maret 2021 - 13:46 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat melakukan groundbreaking area blok VI Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Rabu (10/3/2021).Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja Arjawinangun
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan groundbreaking area Blok VI Pasar Senen , Jakarta Pusat, pada Rabu (10/3/2021). Bangunan baru Pasar Senen Blok VI direncanakan dengan pengembangan mixed use yang terdiri dari 40 lantai.
Anies mengatakan, groundbreaking tersebut merupakan rencana yang telah diupayakan oleh Pemprov DKI Jakarta dan baru bisa direalisasikan saat ini, dengan target penyelesaian pembangunan pada kuartal kedua tahun 2022. Kawasan ini sangat vital karena berada dalam area transit oriented development.
"Jadi, Insya Allah tahun depan kita bisa berkumpul kembali di sini untuk sama-sama menghadiri proses peresmiannya. Tadi ada satu yang disampaikan tentang ini sebuah konsep transit oriented development, dan kita di Jakarta sedang menggeser pola pembangunan yang awalnya hanya berbasis car oriented development," ujar Anies di lokasi, Rabu (10/3/2021).
Alasan Anies menjelaskan hal tersebut dilatarbelakangi bahwa sistem pembangunan car oriented development selama ini hanya mengandalkan kendaraan pribadi sebagai media untuk mobilitas. Baca: Ditanya Keterlibatan Anies Soal Korupsi Lahan DP 0 Rupiah, Geisz Ogah Layani Debat
Anies mengatakan, groundbreaking tersebut merupakan rencana yang telah diupayakan oleh Pemprov DKI Jakarta dan baru bisa direalisasikan saat ini, dengan target penyelesaian pembangunan pada kuartal kedua tahun 2022. Kawasan ini sangat vital karena berada dalam area transit oriented development.
"Jadi, Insya Allah tahun depan kita bisa berkumpul kembali di sini untuk sama-sama menghadiri proses peresmiannya. Tadi ada satu yang disampaikan tentang ini sebuah konsep transit oriented development, dan kita di Jakarta sedang menggeser pola pembangunan yang awalnya hanya berbasis car oriented development," ujar Anies di lokasi, Rabu (10/3/2021).
Alasan Anies menjelaskan hal tersebut dilatarbelakangi bahwa sistem pembangunan car oriented development selama ini hanya mengandalkan kendaraan pribadi sebagai media untuk mobilitas. Baca: Ditanya Keterlibatan Anies Soal Korupsi Lahan DP 0 Rupiah, Geisz Ogah Layani Debat
Lihat Juga :