Mahasiswa UNM Gelar Webinar Nasional Bahas Pendidikan
Sabtu, 06 Maret 2021 - 21:09 WIB
Pendidikan vokasi kata dia, memiliki bobot maksimum 40% dalam mempelajari teori dan praktik dengan bobot minimum 60% serta begitu pula sebaliknya pada pembelajaran akademik.
“Kalau akademik, anak akan diuji tentang apa yang sudah dipelajari dengan berbagai cara seperti multiple choice, uraian singkat dan lain-lain. Nah, yang benar kemudian dapat nilai entah itu 6,7,8,9,” papar Wartanto.
Lebih lanjut, Ia mengatakan dalam kehidupan sehari-hari terutama dunia kerja penting untuk menyelaraskan antara intelijensia dan karakter. Karakter perlu ditunjukkan bahwa Ia orang-orang yang kompeten dan memiliki nilai tambah atau personal branding.
Baca Juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, UBP Karawang Gandeng Industri dan Dunia Usaha
“Bukan sekedar pintar dan terampil, namun karakter juga perlu ditunjukkan bahwa Ia orang-orang yang kompeten. Tidak ada artinya nilai bagus tapi karakter jelek”, tuturnya.
“Kalau akademik, anak akan diuji tentang apa yang sudah dipelajari dengan berbagai cara seperti multiple choice, uraian singkat dan lain-lain. Nah, yang benar kemudian dapat nilai entah itu 6,7,8,9,” papar Wartanto.
Lebih lanjut, Ia mengatakan dalam kehidupan sehari-hari terutama dunia kerja penting untuk menyelaraskan antara intelijensia dan karakter. Karakter perlu ditunjukkan bahwa Ia orang-orang yang kompeten dan memiliki nilai tambah atau personal branding.
Baca Juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, UBP Karawang Gandeng Industri dan Dunia Usaha
“Bukan sekedar pintar dan terampil, namun karakter juga perlu ditunjukkan bahwa Ia orang-orang yang kompeten. Tidak ada artinya nilai bagus tapi karakter jelek”, tuturnya.
(agn)
Lihat Juga :