Urban Farming Versi Pemkot Bogor, Begini Penjelasan Dedie A Rachim
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:09 WIB
"Ini satu lagi titik urban farming di Kota Bogor yang kita harapkan bisa produktif dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi warga," ujar Dedie.
Menurut dia, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) betul-betul bisa mendata hal apa saja yang dibutuhkan KTD Flamboyan. "Bisa berupa budidaya lele dalam ember, kemudian pupuk dan juga bibit. Termasuk bibit ayam arab atau kambing dan juga sapi bisa saja dikelola di sini. Hanya gimana caranya kotorannya diolah agar warga tidak resah," ungkapnya.
Baca juga: Sulap Kawasan Hijau, Warga Pegangsaan Dua Ciptakan Urban Farming di Permukiman
Intinya, Pemkot Bogor memiliki potensi dan akses untuk mengembangkan KTD Flamboyan. Selama memang bantuan itu memenuhi syarat dan diterima oleh warga secara bersama-sama.
Pengembangan KTD dan beberapa KWT lainnya di Kota Bogor bertujuan mengantisipasi kasus gizi buruk karena kekurangan nutrisi pangan. "Jumlah KWT di Kota Bogor lebih dari 400 dan KTD juga lebih dari 100. Jadi kalau memang sama-sama pemerintah dan masyarakat bahu membahu, kemudian potensi yang ada di masyarakat dan dana anggaran yang ada di dinas bisa disatukan menjadi sesuatu yang positif," ujar Dedie.
Menurut dia, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) betul-betul bisa mendata hal apa saja yang dibutuhkan KTD Flamboyan. "Bisa berupa budidaya lele dalam ember, kemudian pupuk dan juga bibit. Termasuk bibit ayam arab atau kambing dan juga sapi bisa saja dikelola di sini. Hanya gimana caranya kotorannya diolah agar warga tidak resah," ungkapnya.
Baca juga: Sulap Kawasan Hijau, Warga Pegangsaan Dua Ciptakan Urban Farming di Permukiman
Intinya, Pemkot Bogor memiliki potensi dan akses untuk mengembangkan KTD Flamboyan. Selama memang bantuan itu memenuhi syarat dan diterima oleh warga secara bersama-sama.
Pengembangan KTD dan beberapa KWT lainnya di Kota Bogor bertujuan mengantisipasi kasus gizi buruk karena kekurangan nutrisi pangan. "Jumlah KWT di Kota Bogor lebih dari 400 dan KTD juga lebih dari 100. Jadi kalau memang sama-sama pemerintah dan masyarakat bahu membahu, kemudian potensi yang ada di masyarakat dan dana anggaran yang ada di dinas bisa disatukan menjadi sesuatu yang positif," ujar Dedie.
(jon)
Lihat Juga :