Bertemu Sambil Ngopi, Bupati Ngawi-Blora Bahas Pembangunan Perbatasan
Senin, 01 Maret 2021 - 05:09 WIB
Menurutnya kedua rencana pembangunan ini butuh koordinasi dengan pimpinan daerah untuk percepatan. "Keduannya, peningkatan ruas Jl Randublatung - Getas - Banjarejo Ngawi dan Bendung Gerak Karangnongko yang akan membendung Bengawan Solo merupakan usulan proyek strategis nasional yang tertuang dalam Perpres No. 79 Tahun 2019. Sehingga kita yang ada di daerah harus mendukung sepenuhnya," jelasnya.
Dia menambahkan, di kawasan Desa Getas, Kecamatan Kradenan yang berbatasan dengan Banjarejo, Kecamatan Pitu, Ngawi, Jawa Timur, terdapat kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Getas Ngandong seluas ribuan hektar hutan jati, yang dikelola oleh Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta.
Jika aksesnya dibuka, maka kawasan ini bisa menjadi pusat pengembangan Kehutanan untuk percontohan, hutan penelitian, konservasi, hingga perhutanan sosial bersama masyarakat. "Di Getas ada Kampus Fakultas Kehutanan UGM. Selama ini aksesnya dari Ngawi juga belum optimal. Sehingga kita perlu kerjasama," imbuhnya.
Tidak lama lagi, lanjut mas Arief, juga akan ada pembangunan exit tol di Walikukun Ngawi, sehingga akses Blora menuju tol trans jawa akan lebih dekat melalui Randublatung - Getas - Ngawi. "Ruas ini juga kita ajukan agar bisa menjadi jalan provinsi, supaya pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut bisa semakin cepat," tuturnya.
Sedangkan Bendung Gerak Karangnongko yang akan membendung Sungai Bengawan Solo di perbatasan Kradenan, Blora, Jawa Tengan dan Margomulyo, Bojonegoro, Jawa Timur, juga akan memberikan manfaat untuk Kabupaten Ngawi.
Dia menambahkan, di kawasan Desa Getas, Kecamatan Kradenan yang berbatasan dengan Banjarejo, Kecamatan Pitu, Ngawi, Jawa Timur, terdapat kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Getas Ngandong seluas ribuan hektar hutan jati, yang dikelola oleh Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta.
Jika aksesnya dibuka, maka kawasan ini bisa menjadi pusat pengembangan Kehutanan untuk percontohan, hutan penelitian, konservasi, hingga perhutanan sosial bersama masyarakat. "Di Getas ada Kampus Fakultas Kehutanan UGM. Selama ini aksesnya dari Ngawi juga belum optimal. Sehingga kita perlu kerjasama," imbuhnya.
Tidak lama lagi, lanjut mas Arief, juga akan ada pembangunan exit tol di Walikukun Ngawi, sehingga akses Blora menuju tol trans jawa akan lebih dekat melalui Randublatung - Getas - Ngawi. "Ruas ini juga kita ajukan agar bisa menjadi jalan provinsi, supaya pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut bisa semakin cepat," tuturnya.
Sedangkan Bendung Gerak Karangnongko yang akan membendung Sungai Bengawan Solo di perbatasan Kradenan, Blora, Jawa Tengan dan Margomulyo, Bojonegoro, Jawa Timur, juga akan memberikan manfaat untuk Kabupaten Ngawi.
Lihat Juga :