Dubes Denmark Dukung dan Puji Penerapan Kawasan Rendah Emisi di Kota Tua
Kamis, 18 Februari 2021 - 09:00 WIB
“Jakarta baru saja membuka kawasan khusus pejalan kaki di area Kota Tua, tepat di belakang saya ini. Menyambut baik inisiatif ini, saya akan berbagi cerita saat pertama kali kawasan serupa dibangun di Kota Copenhagen.
Karena Copenhagen merupakan ibu kota pertama di dunia yang membangun jalur khusus bagi pejalanan kaki. Ide kawasan khusus pejalan kaki saat itu dianggap kontroversial.
Bahkan arsitek perancangnya harus mendapat pengawalan khusus dari polisi. Saat jalur pejalan kaki resmi dibuka, seperti yang baru saja dilakukan di Kota Tua. (Baca juga; LEZ Kembali Diberlakukan di Kota Tua Mulai Senin, Sejumlah Fasilitas Ditambah )
Tapi sekarang, 9 dari 10 warga Copenhagen justru ingin area pejalan kaki diperbanyak, mengapa? Perubahan persepsi itu menurut saya terjadi dalam beberapa tahap.
Fase pertama, pemilik toko di area tersebut melihat bahwa adanya jalur pejalan kaki ternyata membuat area terse but menjadi ramai dikunjungi dan konsumen pun meningkat bagi usaha kecil di sana.
Karena Copenhagen merupakan ibu kota pertama di dunia yang membangun jalur khusus bagi pejalanan kaki. Ide kawasan khusus pejalan kaki saat itu dianggap kontroversial.
Bahkan arsitek perancangnya harus mendapat pengawalan khusus dari polisi. Saat jalur pejalan kaki resmi dibuka, seperti yang baru saja dilakukan di Kota Tua. (Baca juga; LEZ Kembali Diberlakukan di Kota Tua Mulai Senin, Sejumlah Fasilitas Ditambah )
Tapi sekarang, 9 dari 10 warga Copenhagen justru ingin area pejalan kaki diperbanyak, mengapa? Perubahan persepsi itu menurut saya terjadi dalam beberapa tahap.
Fase pertama, pemilik toko di area tersebut melihat bahwa adanya jalur pejalan kaki ternyata membuat area terse but menjadi ramai dikunjungi dan konsumen pun meningkat bagi usaha kecil di sana.
Lihat Juga :