1.300 Pedagang-Pengunjung Pasar di Kebumen Jalani RDT, 21 Orang Reaktif

Minggu, 17 Mei 2020 - 21:34 WIB
Rapid test massal yang diklaim pertama di Jawa Tengah ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona khusunya Pasar Pagi Tumenggungan. Pasalnya, sebelumnya terdapat salah satu pasien positif Covid-19 yang sering beraktifitas di Pasar Pagi Tumenggungan. (Baca juga: Patuhi Perintah Kemenag, Ganjar Imbau Masyarakat Salat Id di Rumah )

"Kami akan terus memperluas jangkauan rapid test sehingga mempercepat penanganan penyebaran Covid-19 di Kebumen," ujar Arif yang juga menjabat Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kebumen.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kebumen Cokro Aminoto mengatakan, Rapid Test dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19. Protokol rapid test dilakukan dengan mengacu pencegahan munculnya klaster pasar yang merupakan interaksi massal masyarakat.

Cokro menjelaskan, alasan pertama dilakukan rapid test adalah untuk memastikan kesehatan pedagang dan pengunjung pasar. Alasan kedua untuk memastikan para pedagang pasar sehat, sehingga jika ada yang reaktif akan diminta untuk karantina mandiri atau masuk karantina yang difasilitasi oleh gugus tugas Covid-19.

Sejak Sabtu dinihari, Sekitar 1.300 pedagang dan pegunjung Pasar Tumenggungan menjalani rapid test. Dari jumlah itu, sebanyak 21 pedagang dinyatakan reaktif positif. (Baca juga: Tak Mudik, Warga Jateng di Jabodetabek Dikirim 7.000 Paket Sembako )

Jika ada pedagang atau pengunjung ditemukan reaktif, maka yang bersangkutan akan dites swab untuk memastikan apakah terinfeksi Covid-19 atau tidak. Rapid test ini mendapat pengawalan dari Polri dan TNI.

Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan juga mengimbau agar pedagang disiplin menerapkan physical distancing, mengenakan masker dan rajin cuci tangan dengan sabun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!