Jumlah Penduduk Miskin di Jatim Bertambah Menjadi 4,58 Juta Orang

Senin, 15 Februari 2021 - 15:55 WIB
“Selanjutnya pada periode Maret 2020-September 2020 angka kemiskinan kembali meningkat, disebabkan adanya pandemi COVID-19,” katanya dalam rilis BPS Jatim, Senin (15/2/2021).

Baca juga: Santriwati Korban Pencabulan Pimpinan Ponpes di Jombang Capai 15 Orang

Beberapa faktor penyebab kenaikan penduduk miskin itu selama periode Maret 2020-September 2020 antara lain, selama periode Maret-September 2020 terjadi inflasi umum sebesar -0,07%. Selama periode tersebut, beberapa komoditi makanan mengalami perubahan indeks harga konsumen (IHK). Komoditi beras mengalami penurunan sebesar 0,52%.

Penurunan indeks juga terjadi pada komoditi cabai rawit turun 52,50%, cabai merah turun 51,55%, bawang putih turun 43,97%, bawang merah turun 14,93%, telur ayam ras turun 12,15% serta daging ayam ras turun 10,83%. Terakhir, indeks upah buruh pertanian mengalami kenaikan sebesar 0,54 persen, yaitu dari 109,23 pada Maret 2020 menjadi 109,82 pada September 2020.

Data BPS Jatim juga menunjukkan, selama periode Maret - September 2020, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 138.000 jiwa. Dari 1.682.140 jiwa pada Maret 2020 menjadi 1.820.130 jiwa pada September 2020. Sementara di daerah perdesaan naik sebanyak 28.900 jiwa. Dari 2.736.970 jiwa pada Maret 2020 menjadi 2.765.840 jiwa pada September 2020
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!