Langkah Kongkret Anies Atasi Banjir, Pantau Curah Hujan hingga Keruk Waduk
Sabtu, 13 Februari 2021 - 15:22 WIB
"Apabila permukaan air laut meningkat, maka kawasan yang persis berdempetan dengan pesisir pantai berpotensi mengalami banjir. Jadi bukan satu-satunya curah hujan, tapi juga ada seperti ketinggian permukaan air laut," tambah Anies.
Dinas SDA DKI, kata Anies, sudah melakukan langkah antisipasi seperti pengerukan waduk dan sungai-sungai yang ada. Pekerjaan itu sudah dilakukan sejak tahun 2020. Baca juga: Jangan Panik saat Banjir Jakarta, Warganet: Ngecat Genteng Udah Kelar?
"Yang sudah kita kerjakan sejak lama adalah pengerukan waduk-waduk di Jakarta sejak tahun lalu. Kemudian pembersihan sedimentasi di saluran-saluran dikerjakan dengan luar biasa. Lalu yang ketiga membangun sumur vertikal untuk drainase, keempat memastikan semua pompa air berfungsi dengan baik karena kita memiliki lebih dari 50 rumah pompa. Kemudian yang kelima adalah pengendalian pintu-pintu air, jadi seluruh persiapannya dikerjakan tahun lalu. Hal ini supaya saat musim hujan datang, kita posisinya siaga dan tanggap," beber Anies.
Mantan Mendikbud ini memberikan target kepada jajarannya agar bisa mengendalikan air bah dalam kurun waktu enam jam. Anies pun mengklaim, dalam waktu enam jam semua genangan yang ada bisa diatasi dengan baik. Baca juga: Sistem Irigasi Pertanian juga Disiapkan Mencegah Banjir Jakarta
"Di Jakarta ada 3.000 RW, jadi ketika kita mendengar ada genangan di beberapa wilayah seperti Pejaten dan Kampung Melayu, hampir semuanya dalam waktu kurang dari enam jam terkondisikan dengan baik," tutup Anies.
Dinas SDA DKI, kata Anies, sudah melakukan langkah antisipasi seperti pengerukan waduk dan sungai-sungai yang ada. Pekerjaan itu sudah dilakukan sejak tahun 2020. Baca juga: Jangan Panik saat Banjir Jakarta, Warganet: Ngecat Genteng Udah Kelar?
"Yang sudah kita kerjakan sejak lama adalah pengerukan waduk-waduk di Jakarta sejak tahun lalu. Kemudian pembersihan sedimentasi di saluran-saluran dikerjakan dengan luar biasa. Lalu yang ketiga membangun sumur vertikal untuk drainase, keempat memastikan semua pompa air berfungsi dengan baik karena kita memiliki lebih dari 50 rumah pompa. Kemudian yang kelima adalah pengendalian pintu-pintu air, jadi seluruh persiapannya dikerjakan tahun lalu. Hal ini supaya saat musim hujan datang, kita posisinya siaga dan tanggap," beber Anies.
Mantan Mendikbud ini memberikan target kepada jajarannya agar bisa mengendalikan air bah dalam kurun waktu enam jam. Anies pun mengklaim, dalam waktu enam jam semua genangan yang ada bisa diatasi dengan baik. Baca juga: Sistem Irigasi Pertanian juga Disiapkan Mencegah Banjir Jakarta
"Di Jakarta ada 3.000 RW, jadi ketika kita mendengar ada genangan di beberapa wilayah seperti Pejaten dan Kampung Melayu, hampir semuanya dalam waktu kurang dari enam jam terkondisikan dengan baik," tutup Anies.
(mhd)
Lihat Juga :